Batik tulis Indonesia, yang kini telah masuk dalam daftar peninggalan budaya tak benda warisan manusia di UNESCO, tak hanya berperan sebagai produk budaya, tetapi juga menyangkut banyak aspek, termasuk aspek ekonomi, yang meliputi ekonomi kreatif sampai ekonomi kerakyatan, dunia mode, pariwisata, hingga pendidikan.
Untuk itu keberadaanya harus selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan cara mepekenalkan batik kepada masyarakat melalui sejumlah cara. Salah satun adalah dengan cara memberikan pelatihan membatik bagi masyarakat.
Ketua Dekranas Kota Yogyakarta, Dyah Suminar menyatakan, rasa bangga atas pengakuan UNESCO itu rasanya harus disambut dengan baik dengan cara meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk berinovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi batik.
"Sebagai bentuk rasa bangga dan tanggung jawab terhadap pengakuan batik sebagai warisan budaya manusia kita hendaknya mampu memelihara dan melestarikannya. Salah satunya adalah dengan mempelajarinya," ujarnya di Yogyakarta, Senin (22/1).
Untuk mewujudkkannya, Dewan Kerajinan Nasional Kota Yogyakarta akan menyelenggarakan program Pelatihan Batik sebagai salah satu upaya untuk melatih dan memberikan pendidikan kepada masyarakat sebagai usaha untuk melindungi dan mempromosikan batik.
"Sasaran dari pelatihan batik ini adalah masyarakat kota Yogyakarta yang telah tergabung dalam member Dekranas maupun masyarakat umum," tambahnya.
Sementara itu, pelatihan batik akan di selenggarakan di Griya UMKM Jl. Tamansiswa No. 39 Yogyakarta pada 23 hingga 25 Februari 2010 dan pada 2 hingga 4 Maret 2010.
Pendaftaran akan dibuka mulai 15 februari di sekretariat Griya UMKM atau hubungi nomor telepon +62-274-375792, dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu.
Pelatihan batik ini sebenarnya juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pengrajin maupun warga masyarakat untuk mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri setelah di berlakukannya perjanjian pasar bebas ASEAN dan cina atau ACFTA.
Untuk itu keberadaanya harus selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan cara mepekenalkan batik kepada masyarakat melalui sejumlah cara. Salah satun adalah dengan cara memberikan pelatihan membatik bagi masyarakat.
Ketua Dekranas Kota Yogyakarta, Dyah Suminar menyatakan, rasa bangga atas pengakuan UNESCO itu rasanya harus disambut dengan baik dengan cara meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan untuk berinovasi untuk meningkatkan kapasitas produksi batik.
"Sebagai bentuk rasa bangga dan tanggung jawab terhadap pengakuan batik sebagai warisan budaya manusia kita hendaknya mampu memelihara dan melestarikannya. Salah satunya adalah dengan mempelajarinya," ujarnya di Yogyakarta, Senin (22/1).
Untuk mewujudkkannya, Dewan Kerajinan Nasional Kota Yogyakarta akan menyelenggarakan program Pelatihan Batik sebagai salah satu upaya untuk melatih dan memberikan pendidikan kepada masyarakat sebagai usaha untuk melindungi dan mempromosikan batik.
"Sasaran dari pelatihan batik ini adalah masyarakat kota Yogyakarta yang telah tergabung dalam member Dekranas maupun masyarakat umum," tambahnya.
Sementara itu, pelatihan batik akan di selenggarakan di Griya UMKM Jl. Tamansiswa No. 39 Yogyakarta pada 23 hingga 25 Februari 2010 dan pada 2 hingga 4 Maret 2010.
Pendaftaran akan dibuka mulai 15 februari di sekretariat Griya UMKM atau hubungi nomor telepon +62-274-375792, dengan biaya pendaftaran Rp50 ribu.
Pelatihan batik ini sebenarnya juga dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan pengrajin maupun warga masyarakat untuk mampu bersaing dengan produk-produk dari luar negeri setelah di berlakukannya perjanjian pasar bebas ASEAN dan cina atau ACFTA.



Kirim Komentar