Tahun ini Pemkot Yogyakarta mulai memfokuskan pembangunan di empat titik penting yakni kawasan Malioboro, Alun-alun, Winongo, dan Relokasi Pasar Ngasem. Meski konsep dan sebagaian anggaran telah turun, proyek-proyek tersebut baru dipastikan tuntas minimal tahun 2011.
Untuk kawasan Malioboro akan dijadikan sebagai kawasan pedestrian atau pejalan kaki. Namun hal ini memang tidak mudah mengingat kawasan Malioboro menjadi salah satu kawasan paling sibuk di Kota Gudeg. Untuk mengurangi intensitas lalu lintas di kawasan itu, pada 2011 direncanakan akan dibangun jembatan dari Kliringan ke Kotabaru.
"Supaya intensitas kendaraan di Malioboro terutama bagian utara bisa ditekan," demikian dikatakan Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Selasa (2/3).
Sementara kawasan Sungai Winongo juga akan terus dibenahi sampai 2011. Sebelumnya kawasan ini telah dibenahi dengan pembagian tiga penggal yaitu Winongo Selatan, Winongo Utara dan Winongo Selatan.
"Di sana ada delapan titik strategis. Tahun ini tiap titik telah kami kuatkan dari sisi fisik, ekonomi dan sosialnya melalui APBD II. Sisanya nanti (lima titik) akan dibantu dengan biaya APBD I.
Aman belum menjelaskan secara rinci alokasi pendanaan dari kedua prioritas di atas. Namun untuk pembenahan Pasar Ngasem yang juga terkait dengan revitalisasi Taman Sari tahun anggaran 2010 ini sudah mendapat dana Rp 3,7 miliiar. Dana tersebut digunakan untuk membuat pasar tradisional dan pasar cinderamata. "Terbagi dua blok, pasar tradisional di sisi barat dan pasar cinderamata di sisi timur," katanya.
Ia menambahkan 235 pedagang satwa yang masih ada di Pasar Ngasem akan segera dipindah ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias di Dongkelan. "Tanggal 10 April nanti semua akan pindah, karena bangunan lama Pasar Ngasem akan dibongkar," ujarnya.
Selain pembangunan dua blok pasar di bekas Pasar Ngasem, pada bagian tengah akan rencanaya akan dibuat konsep boulevard yang terhubung dengan Taman Sari. "Karena ini konsepnya adalah pasar wisata, dan untuk itu juga masih menunggu kucuran dana tahun anggaran 2011," terangnya.
Sedangkan untuk penataan alun-alun Pemkot sudah mulai melaksanakan rekomendasi keraton untuk mengembalikan alun-alun sebagai tempat interaksi sosial. Dijadwalkan presentasi pra-design bersama Pemprop dan Sri Sultan Hamengku Buwono X akan dilakukan sebelum tanggal 20 Maret mendatang.
Untuk kawasan Malioboro akan dijadikan sebagai kawasan pedestrian atau pejalan kaki. Namun hal ini memang tidak mudah mengingat kawasan Malioboro menjadi salah satu kawasan paling sibuk di Kota Gudeg. Untuk mengurangi intensitas lalu lintas di kawasan itu, pada 2011 direncanakan akan dibangun jembatan dari Kliringan ke Kotabaru.
"Supaya intensitas kendaraan di Malioboro terutama bagian utara bisa ditekan," demikian dikatakan Kepala Bappeda Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Selasa (2/3).
Sementara kawasan Sungai Winongo juga akan terus dibenahi sampai 2011. Sebelumnya kawasan ini telah dibenahi dengan pembagian tiga penggal yaitu Winongo Selatan, Winongo Utara dan Winongo Selatan.
"Di sana ada delapan titik strategis. Tahun ini tiap titik telah kami kuatkan dari sisi fisik, ekonomi dan sosialnya melalui APBD II. Sisanya nanti (lima titik) akan dibantu dengan biaya APBD I.
Aman belum menjelaskan secara rinci alokasi pendanaan dari kedua prioritas di atas. Namun untuk pembenahan Pasar Ngasem yang juga terkait dengan revitalisasi Taman Sari tahun anggaran 2010 ini sudah mendapat dana Rp 3,7 miliiar. Dana tersebut digunakan untuk membuat pasar tradisional dan pasar cinderamata. "Terbagi dua blok, pasar tradisional di sisi barat dan pasar cinderamata di sisi timur," katanya.
Ia menambahkan 235 pedagang satwa yang masih ada di Pasar Ngasem akan segera dipindah ke Pasar Satwa dan Tanaman Hias di Dongkelan. "Tanggal 10 April nanti semua akan pindah, karena bangunan lama Pasar Ngasem akan dibongkar," ujarnya.
Selain pembangunan dua blok pasar di bekas Pasar Ngasem, pada bagian tengah akan rencanaya akan dibuat konsep boulevard yang terhubung dengan Taman Sari. "Karena ini konsepnya adalah pasar wisata, dan untuk itu juga masih menunggu kucuran dana tahun anggaran 2011," terangnya.
Sedangkan untuk penataan alun-alun Pemkot sudah mulai melaksanakan rekomendasi keraton untuk mengembalikan alun-alun sebagai tempat interaksi sosial. Dijadwalkan presentasi pra-design bersama Pemprop dan Sri Sultan Hamengku Buwono X akan dilakukan sebelum tanggal 20 Maret mendatang.



Kirim Komentar