Sosial Ekonomi

Pasien Luka Bakar Butuh Uluran Tangan

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Korban luka bakar asal Kebitan Nangri Manisrenggo, Klaten, Anisa (29) membutuhkan dukungan dana dari masyarakat terkait dengan biaya untuk operasi luka bakarnya yang mencapai 60 persen.

Dana yang diperlukan untuk melakukan operasi tersebut diperkirakan mencapai Rp 500 juta. Hingga saat ini, biaya perawatannya telah mencapai Rp 150 juta.

Suami Anisa, Suyadi Bengkang mengaku tak tahu lagu lagi harus bagaimana menanggung biaya operasi yang bagi lelaki berprofesi sebagai tukang kayu tersebut sangatlah tinggi dan tak terjangkau.

"Seluruh harta kami, sertifikat rumah dan sawah sudah kami gadaikan. Bahkan motor saya juga sudah saya jual untuk membiaya perawatan istri saya selama enam bulan ini," katanya dengan mata berkaca-kaca di Kantor Humas RS DR Sardjito, Selasa (23/3).

Untuk itu, Suyadi sangat berharap pada Jamkesda yang menjadi satu-satunya cara yang pasti bisa membantunya. Tapi sayang, dana Jamkesda itu pun belum bisa cair hingga saat ini. "Untuk itu, saya mengandalkan bantuan dari para dermawan yang telah menyumbang selama ini," ujarnya.

Selama menjalani perawatan di RS DR Sardjito, Suyadi mengaku bahwa biaya yang harus ditanggunya sangat mahal. "Curasorb atau kain kasa untuk membalut tubuh Anisa setidak diperlukan dua dus seharga Rp 300 per dus setiap harinya serta albumin seharga Rp 1,7 juta per botol untuk tiap 500 gramnya," ucapnya.

Meski demikian, Suyadi menyatakan bahwa pihaknya tidak berharap istrinya dibiayai penuh hingga sampai sembuh total. "Setidaknya istri saya luka bakarnya bisa kering saya sudah bersyukur asal dia selamat dan bertahan hidup," tandasnya.

Sementara itu Kepala Hukum dan Humas RS Sardjito, Trisno Heru Nugroho mengungkapkan sejak enam bulan lalu, atau tepatnya 15 September 2009 pasien bernama Annisa asal Klaten dirawat di RS. DR Sardjito yang mengalami luka bakar sangat serius sebesar 60 persen di seluruh tubuh. Dan hingga saat ini luka bakarnya baru bisa ditangani 10 persen dan sisanya masih 50 persen.

"Pasien sangat sulit sembuh dari luka bakar dikarenakan kondisi kesehatannya buruk dimana albumin atau zat antibodi untuk tetap survive terhadap proses penyembuhan dan luka infeksi. Anisa mempunyai albumin hanya sekitar 0,1 sedangkan pada orang normal albuminnya adalah 3,5" ungkapnya.

Mengenai biaya yang harus ditanggung, pihak RS Sardjito akan turut membantu mencarikan dermawan kalau tidak keluarga pasien dapat mengajukan piutang negara dan pasien otomatis menjadi beban negara setelah menempuh prosedur yang dipersyaratkan.

Sebagai informasi, Anisa menderita luka bakar pada bulan Ramadhan 2009 lalu ketika sedang melayani pembeli bensin, Anisa pergi ke dapur untuk melihat masakannya. Tapi nahas, api menyambar botol berisikan bensin yang kemudian turut menyambar tubunya.

Setelah dirujuk ke PPHI Cupu Waktu selama sembilan hari, akhirnya Anisa dibawa ke RS DR Sardjito karena mengalami infeksi pada lukanya. Hingga sekarang, keadaan Anisa yang dirawat di Ruang IRI II Lantai 3 RS. Sardjito masih sangat memprihatinkan. Bisa dibilang, selama enam bulan Anisa tersiksa oleh lka bakar yang belum kerig-kering juga.

Bagi Anda yang hendak memberikan bantuan bisa menyalurkannya ke Posko Tri_M Peduli Anisa di Rekening BRI 0035-01-00233453-1 atas nama Radio Pesona Suara Merapi Klaten atau dapat menghubungi nomor 085643416333.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini