Untuk pertama kalinya, pameran pernikahan akan segera digelar di Jogja. Rencananya, kegiatan Magical Wedding Vaganza bertemakan Glitz & Gam ini akan diselenggarakan pada 9 hingga 11 April 2010 di Plaza Ambarrukmo Yogyakarta.
Sebagai penyelenggara, Bella Dona Grup yang menggandeng Crown Event Organizer akan melibatkan seluruh vendor pernikahan yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Jumlah keseluruhannya berjumlah sekitar 35 vendor, yang sekitar 60 persen berasal dari Jogja.
"Pameran pernikahan yang digelar untuk pertama kali di Yogyakarta ini akan mengawali pameran serupa yang nantinya akan di gelar di Surabaya, Bali dan Jakarta yang bertujuan mengangkat vendor-vendor pernikahan lokal yang ada di daerah masing-masing dan belum terekpose dan belum dikenal brandingnya," kata Ketua Panitia I Magical Wedding Vaganza, Anton di Yogyakarta, Kamis (8/4).
Anton memaparkan, Yogyakarta mempunyai potensi artis di bidang masing-masing yang berhubungan dengan pernikahan seperti desainer yang masih banyak belum diangkat dan terakomodasi untuk mengadakan suatu pameran. Selain itu di Yogyakarta belum mempunyai wadah pameran pernikahan yang nasional seperti kota-kota lain.
"Yogyakarta penuh dengan bakat-bakat terpendam dan potensi pasar yang ada sehingga kami ingin mengekspose mereka supaya terkenal di masyarakat," ucap Anton yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Bella Donna DIY dan Jateng.
Mengenai tema Glitz & Glam, Anton mengungkapkan bahwa pernikahan identik dengan sesuatu yang berkilau atau bersinar dan biasanya glamour atau meriah serta monumental yang menampilkan dunia packaging bridal.
Pameran ini lebih menargetkan ke pembentukan branding untuk mengenalkan vendor-vendor lokal di dunia bridal nasional dan internasional dengan tetap mengusung ciri khas ketimuran yang dimiliki Indonesia yaitu tradisional sekaligus menampilkan yang internasional.
"Pernikahan tradisional sendiri atau gaya ketimur-timuran banyak diminati di mancanegara karena gaya tersebut lebih sarat akan makna dan justru mahal harganya daripada gaya internasional." papar.
Sementara Ketua II pameran yang sekaligus pemilik Crown Event Organizer, Grammy M.A menyatakan, pemilihan tempat di Plaza Ambarrukmo karena tempat tersebut sebagai venue yang merupakan pusat keramaian di Yogyakarta. Selain itu, ini untuk memperkenalkan vendor-vendor pernikahan lokal kepada masyarakat sehingga tidak digelar di venue-venue khusus seperti di Jakarta yang biasanya digelar di gedung atau in door.
"Pameran ini akan dimeriahkan sejumlah vendor mumpuni di bidangnya, fashion show, pameran busana pengantin, musik perfomance, fashin jewellery, talk show pernikahan, lomba tata rias dan pengunjung dapat memperoleh ratusan doorprize yang telah disediakan oleh panitia," tandasnya.
Rencananya, acara ini akan dibuka Gusti Pembayun pada Jumat, 9 April 2010 yang juga menghadirkan desainer nasional seperti Chenny Han dan Ivan Gunawan, Sherina dan Jazz Singer Java Jazz 2010, Fraya untuk menambah semarak acara pameran pernikahan terbesar dan pertama kalinya di DIY tersebut.
Sebagai penyelenggara, Bella Dona Grup yang menggandeng Crown Event Organizer akan melibatkan seluruh vendor pernikahan yang berasal dari Jakarta, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Jumlah keseluruhannya berjumlah sekitar 35 vendor, yang sekitar 60 persen berasal dari Jogja.
"Pameran pernikahan yang digelar untuk pertama kali di Yogyakarta ini akan mengawali pameran serupa yang nantinya akan di gelar di Surabaya, Bali dan Jakarta yang bertujuan mengangkat vendor-vendor pernikahan lokal yang ada di daerah masing-masing dan belum terekpose dan belum dikenal brandingnya," kata Ketua Panitia I Magical Wedding Vaganza, Anton di Yogyakarta, Kamis (8/4).
Anton memaparkan, Yogyakarta mempunyai potensi artis di bidang masing-masing yang berhubungan dengan pernikahan seperti desainer yang masih banyak belum diangkat dan terakomodasi untuk mengadakan suatu pameran. Selain itu di Yogyakarta belum mempunyai wadah pameran pernikahan yang nasional seperti kota-kota lain.
"Yogyakarta penuh dengan bakat-bakat terpendam dan potensi pasar yang ada sehingga kami ingin mengekspose mereka supaya terkenal di masyarakat," ucap Anton yang juga menjabat sebagai Kepala Cabang Bella Donna DIY dan Jateng.
Mengenai tema Glitz & Glam, Anton mengungkapkan bahwa pernikahan identik dengan sesuatu yang berkilau atau bersinar dan biasanya glamour atau meriah serta monumental yang menampilkan dunia packaging bridal.
Pameran ini lebih menargetkan ke pembentukan branding untuk mengenalkan vendor-vendor lokal di dunia bridal nasional dan internasional dengan tetap mengusung ciri khas ketimuran yang dimiliki Indonesia yaitu tradisional sekaligus menampilkan yang internasional.
"Pernikahan tradisional sendiri atau gaya ketimur-timuran banyak diminati di mancanegara karena gaya tersebut lebih sarat akan makna dan justru mahal harganya daripada gaya internasional." papar.
Sementara Ketua II pameran yang sekaligus pemilik Crown Event Organizer, Grammy M.A menyatakan, pemilihan tempat di Plaza Ambarrukmo karena tempat tersebut sebagai venue yang merupakan pusat keramaian di Yogyakarta. Selain itu, ini untuk memperkenalkan vendor-vendor pernikahan lokal kepada masyarakat sehingga tidak digelar di venue-venue khusus seperti di Jakarta yang biasanya digelar di gedung atau in door.
"Pameran ini akan dimeriahkan sejumlah vendor mumpuni di bidangnya, fashion show, pameran busana pengantin, musik perfomance, fashin jewellery, talk show pernikahan, lomba tata rias dan pengunjung dapat memperoleh ratusan doorprize yang telah disediakan oleh panitia," tandasnya.
Rencananya, acara ini akan dibuka Gusti Pembayun pada Jumat, 9 April 2010 yang juga menghadirkan desainer nasional seperti Chenny Han dan Ivan Gunawan, Sherina dan Jazz Singer Java Jazz 2010, Fraya untuk menambah semarak acara pameran pernikahan terbesar dan pertama kalinya di DIY tersebut.



Kirim Komentar