Sebanyak 30 siswa SD kelas IV dan V akan mengikuti final Lomba Bercerita Siswa SD se-Kota Yogyakarta tahun 2010. Kegiatan akan dilaksanakan di halaman Perpustakaan Kota Yogyakarta pada Minggu, 2 Mei 2010.
Para finalis merupakan hasil seleksi babak penyisihan yang diselenggarakan pada hari Kamis hingga Sabtu, 22-24 April 2010 dengan diikuti oleh 101 peserta berasal dari 51 sekolah di wilayah Kota Yogyakarta.
Mereka yang menjadi finalis berasal dari sekolah seperti SD Muh Sagan, SD Muh Karangwaru, SD Muh Sapen 1-2, SD Ungaran 1,SD Marsudirini 1-2, SD Keputran V, SD Tamansari 3, SD TM Ibu Pawiyatan, SD IT Lukman Al-Hakim, SD Tumbuh, SD Badran, SD Pangudiluhur 2, SD K Baciro, SD Muh Suronatan, SD Kristen Kalam Kudus, MIN 2 Yogyakarta.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta, Sri Sulastri mengungkapkan, kegiatan yang rencananya akan dibuka oleh Bapak Assek III Kota Yogyakarta ini nantinya akan memperebutkan hadiah berupa tropi, uang pembinaan serta bingkisan menarik dari sponsor pendukung.
"Pemenang juara 1 putera dan juara 1 puteri akan dipromosikan dalam kejuaraan serupa di tingkat propinsi serta nasional. Selain itu, untuk juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 putera dan puteri akan akan dilatih untuk menjadi presenter cilik di Radio Anak Jogja dalam acara DOREMI atau Dongeng Sore Minggu ini," katanya di Kantornya, Sabtu (1/5).
Sementara itu Ketua Panitia yang juga merupakan seorang Pustakawan Perpustakaan Kota Yogyakarta, Suyono Joyopernoto memprediksi, dengan melihat dari banyaknya potensi siswa saat unjuk kebolehan di babak penyisihan, bukan mustahil jika salah satu dari peserta wakil Kota Yogyakarta akan dapat berprestasi mewakili Propinsi DIY ke tingkat nasional.
Melalui Lomba Bercerita ini diharapkan bisa memberikan apresiasi positif kepada siswa pada umumnya dalam meningkatkan budaya baca. Disamping itu kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya mempertahankan kota Yogya sebagai kota pendidikan yang dapat dilihat dari tingginya minat baca, serta kecepatan akses informasi. "Budaya membaca semestinya menjadi kegiatan sejak dini yang berkesinambungan," tuturnya.
Untuk itu, Perpustakaan Kota Yogyakarta senantiasa berbenah untuk memfasilitasi peningkatan budaya baca. Salah satunya dengan penyelenggaraan sejumlah kegiatan seperti lomba bercerita, sanggar menulis, english study club, cooking class for kids, kreasi komik, dll.
Para finalis merupakan hasil seleksi babak penyisihan yang diselenggarakan pada hari Kamis hingga Sabtu, 22-24 April 2010 dengan diikuti oleh 101 peserta berasal dari 51 sekolah di wilayah Kota Yogyakarta.
Mereka yang menjadi finalis berasal dari sekolah seperti SD Muh Sagan, SD Muh Karangwaru, SD Muh Sapen 1-2, SD Ungaran 1,SD Marsudirini 1-2, SD Keputran V, SD Tamansari 3, SD TM Ibu Pawiyatan, SD IT Lukman Al-Hakim, SD Tumbuh, SD Badran, SD Pangudiluhur 2, SD K Baciro, SD Muh Suronatan, SD Kristen Kalam Kudus, MIN 2 Yogyakarta.
Kepala Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah Kota Yogyakarta, Sri Sulastri mengungkapkan, kegiatan yang rencananya akan dibuka oleh Bapak Assek III Kota Yogyakarta ini nantinya akan memperebutkan hadiah berupa tropi, uang pembinaan serta bingkisan menarik dari sponsor pendukung.
"Pemenang juara 1 putera dan juara 1 puteri akan dipromosikan dalam kejuaraan serupa di tingkat propinsi serta nasional. Selain itu, untuk juara 1, 2, 3, harapan 1, dan harapan 2 putera dan puteri akan akan dilatih untuk menjadi presenter cilik di Radio Anak Jogja dalam acara DOREMI atau Dongeng Sore Minggu ini," katanya di Kantornya, Sabtu (1/5).
Sementara itu Ketua Panitia yang juga merupakan seorang Pustakawan Perpustakaan Kota Yogyakarta, Suyono Joyopernoto memprediksi, dengan melihat dari banyaknya potensi siswa saat unjuk kebolehan di babak penyisihan, bukan mustahil jika salah satu dari peserta wakil Kota Yogyakarta akan dapat berprestasi mewakili Propinsi DIY ke tingkat nasional.
Melalui Lomba Bercerita ini diharapkan bisa memberikan apresiasi positif kepada siswa pada umumnya dalam meningkatkan budaya baca. Disamping itu kegiatan tersebut juga menjadi salah satu upaya mempertahankan kota Yogya sebagai kota pendidikan yang dapat dilihat dari tingginya minat baca, serta kecepatan akses informasi. "Budaya membaca semestinya menjadi kegiatan sejak dini yang berkesinambungan," tuturnya.
Untuk itu, Perpustakaan Kota Yogyakarta senantiasa berbenah untuk memfasilitasi peningkatan budaya baca. Salah satunya dengan penyelenggaraan sejumlah kegiatan seperti lomba bercerita, sanggar menulis, english study club, cooking class for kids, kreasi komik, dll.



Kirim Komentar