Pengelolaan obyek wisata alternatif yang saat ini semakin diminati wisatawan yakni Desa Wisata, dinilai justru belum dilakukan secara optimal.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir menyatakan, keberadaan dan pengelolaan sekitar 60 Desa Wisata potensial yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekarang ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dunia pariwisata.
"Masih banyak pengelolaan desa wisata yang belum optimal, baik dari sisi kenyamanan, kebersihan, keunikan tradisi dan keragaman wisata budaya dan kemampuan membangun promosi yang efektif dengan kalangan swasta maupun stakeholder pariwisata lain," katanya di Yogyakarta, Senin (3/5).
Padahal menurutnya banyak sekali potensi kehidupan tradisional yang dimiliki desa-desa di DIY untuk menjadi desa wisata, namun dengan keterbatasan pengelolaan yang masih belum optimal tidak semua desa bisa dijadikan desa wisata.
"Masih sedikit desa wisata yang dinilai Dinas Pariwisata DIY sudah layak dipromosikan ke manca negara sebagai wisata alam alternatif di DIY. Kami masih sebatas memberikan pengarahan dan pelatihan tentang pariwisata kepada sumber daya manusia desa wisata tersebut, selain juga mendukung promosi berbagai kegiatan yang diadakan desa wisata," paparnya.
Sementara Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Pipo Arokhmanuri menuturkan, wisatawan cenderung memilih eko-tourism khususnya di desa wisata. Untuk itu pihak pengelola Desa Wisata harus betul-betul mempersiapkan segala yang dibutuhkan oleh wisatawan.
"Pengelola harus bisa mempersiapkan paket wisata, akomodasi dan daya tarik wisata unggulan yang layak jual bagi wisatawan," tegasnya.
Saat ini, cara salah satu carau untuk mempromosikan desa wisata di DIY adalah dengan menyelenggarakan lomba desa wisata, baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi. "Rencananya, lomba desa wisata akan digelar mulai April hingga Agustus 2010 mendatang," tandasnya.
Sekitar 25 desa wisata yang ada di DIY akan dinilai oleh tim penilai yang menggunakan kriteria keunikan dan daya tarik wisata juga daya tarik alam, flora fauna, home stay dan potensi lokal masyarakat setempat.
Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan Sleman adalah salah satu desa wisata di Kabupaten Sleman yang pada tahun lalu berhasil meraih juara pertama Lomba Desa Wisata DIY 2009.
Kepala Dinas Pariwisata DIY, Tazbir menyatakan, keberadaan dan pengelolaan sekitar 60 Desa Wisata potensial yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sekarang ini membutuhkan perhatian serius dari semua pihak yang terkait dunia pariwisata.
"Masih banyak pengelolaan desa wisata yang belum optimal, baik dari sisi kenyamanan, kebersihan, keunikan tradisi dan keragaman wisata budaya dan kemampuan membangun promosi yang efektif dengan kalangan swasta maupun stakeholder pariwisata lain," katanya di Yogyakarta, Senin (3/5).
Padahal menurutnya banyak sekali potensi kehidupan tradisional yang dimiliki desa-desa di DIY untuk menjadi desa wisata, namun dengan keterbatasan pengelolaan yang masih belum optimal tidak semua desa bisa dijadikan desa wisata.
"Masih sedikit desa wisata yang dinilai Dinas Pariwisata DIY sudah layak dipromosikan ke manca negara sebagai wisata alam alternatif di DIY. Kami masih sebatas memberikan pengarahan dan pelatihan tentang pariwisata kepada sumber daya manusia desa wisata tersebut, selain juga mendukung promosi berbagai kegiatan yang diadakan desa wisata," paparnya.
Sementara Kepala Seksi Obyek dan Daya Tarik Wisata (ODTW) Bidang Destinasi Dinas Pariwisata DIY, Pipo Arokhmanuri menuturkan, wisatawan cenderung memilih eko-tourism khususnya di desa wisata. Untuk itu pihak pengelola Desa Wisata harus betul-betul mempersiapkan segala yang dibutuhkan oleh wisatawan.
"Pengelola harus bisa mempersiapkan paket wisata, akomodasi dan daya tarik wisata unggulan yang layak jual bagi wisatawan," tegasnya.
Saat ini, cara salah satu carau untuk mempromosikan desa wisata di DIY adalah dengan menyelenggarakan lomba desa wisata, baik tingkat kabupaten maupun tingkat propinsi. "Rencananya, lomba desa wisata akan digelar mulai April hingga Agustus 2010 mendatang," tandasnya.
Sekitar 25 desa wisata yang ada di DIY akan dinilai oleh tim penilai yang menggunakan kriteria keunikan dan daya tarik wisata juga daya tarik alam, flora fauna, home stay dan potensi lokal masyarakat setempat.
Desa Wisata Pentingsari, Cangkringan Sleman adalah salah satu desa wisata di Kabupaten Sleman yang pada tahun lalu berhasil meraih juara pertama Lomba Desa Wisata DIY 2009.



Kirim Komentar