Seni & Budaya

Mufi Mubarok Tampilkan Karya Surealis dari Pensil

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Mufi Mubarok Tampilkan Karya Surealis dari Pensil



Seniman asal Sekolah Tinggi Kesenian Wilwatikta (STKW) Surabaya, Mufi Mubarok menggelar sekitar 15 karya surealis dari pensil dalam pameran bertajuk "Cryptic Realism, Heritage and Me" yang digelar pada 25 April hingga 4 Mei 2010 mendatang di Museum Dan Tanah Liat (MDTL).

Seniman muda asli Pandeglang ini memamerkan karya-karya lamanya yang diciptakannya sejak tahun 2003 hingga 2004, dan sebagian lagi karya baru yang dibuat 2009 hingga 2010.

Penulis seni rpa dari MDTL, Yoyok Widodo mengatakan, keseluruhan karya Mufi Mubarok memang dihadrikannnya secara surealis dari pensil yang menjadi teknik dasar penciptaan seluruh karyanya.

"Bagi Mufi, pameran ini adalah jalan yang dilalui untuk menghadirkan konsep penciptaan yang rileks yang aktif dan realitas yang samar-samar yang ditemui saat Mufi menurunkan tekanan dan tegangan namun tetap aktif  mencari masukan-masukan yang bersifat intuisi," katanyadi MDTL, Senin malam (3/5).

Yoyok menyatakan, realitas yang samar-samar itu, oleh Mufi kemudian menjadi landasan pengalaman hingga menuju pada pelajaran tambahan yaitu "heritage", warisan lampau yang kemudian menjadikan diri Mufi mampu merekonstruksinya menjadi bagian energi yang menjadi bekal pengalaman baru bagi inner dirinya dan dalam karyanya.

"Relaxasi dalam artian bukan santai, tapi cooling down merunduk sambil me-recharge tetap mencari asupan-asupan intuitif yang pada saat ini mampu didapatkan lewat Cryptic Realism, Heritage And Me," katanya.

Detail figur yang diciptakan Mufi Mubarok memang sungguh terasa hidup sehingga mata akan memandang terus menerus berbagai karakter manusia seperti wajah yang puas dari seorang pembunuh, keceriaan seorang badut, sekelompok tawanan, orang berunjuk rasa atau seorang jenderal yang bersayap.

"Hal itu bisa dilihat di karya dengan judul Fuck Your Freedome, Jisatsu Not For Me, Sakit Hati, Just Number One dan Stupid. Kita terasa diajak melihat sebuah cerita komik satu halaman dengan menghasilkan berbagai adegan yang saling berhubungan," terangya.

Sementara pada karya-karya terakhir, elemen-elemen kecil yang dihadirkan Mufi tidak sekuat pada karya-karya lamanya. Ruang-ruang latar benar-benar tidak tidak membicarakan apa-apa. Hal ini terjadi karena banyak faktor misalnya tidak cukupnya waktu pembuatan.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini