Untuk memeringati Hari Kebangkitan Nasional, seniman Pardiman Joyonegoro menggelar tumpengan kebangsaan di Aula Boedi Oetomo, SMA 11 Yogyakarta, Kamis (20/5).
Kegiatan tersebut sengaja digelar di bangunan yang digunakan sebagai tempat konggres pertama Boedi Oetomo tersebut agar dapat kembali menggali semangat perjuangan yang pernah dicanangkan oleh gerakan Boedi Oetomo 102 tahun lalu.
"Saya harap dengan digelar di Aula Boedi Oetomo agar api semangat gerakan kebangsaan yang pernah ada pada tahun 1928 lalu bisa kembali memercik kepada generasi muda sekarang," kata Pardiman sesaat sebelum menggelar Tumpengan Kebangsaan di Aula Boedi Oetomo, SMA 11 Yogyakarta, Kamis (20/5).
Menurut Pardiman, setelah 12 tahun reformasi, bangsa ini malah dilanda oleh kondisi yang tida menentu. Untuk itu, semangat Boedi Oetomo diharapkan bisa menjadi pemersatu bagi kekuatan nasionalisme generasi muda.
"Seluruh perbedaan yang mewarnai bangsa Indonesia hanya bisa ditawarkan oleh nasionalisme. Beda agama, suku, partai, dan sifat kedaerahan tidak perlu mencabik-cabik bangsa Indonesia.
Dengan kata lain, Bhinneka Tunggal Ika adalah satu-satunya jalan bagi bersatunya bangsa Indonesia. "Saat ini makna Bhinneka Tunggal Ika justru semakin dilupakan oleh orang," tandasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pardiman yang didukung oleh 12 penyanyi membawakan lagu "Tamba Rukun" secara akapela. Lagu tersebut secara umum berisikan tentang kedamaian, kerukunan, persatuan, dan kesejahteraan bagi bangsa Indonesia.
"Beda-beda kuwi ora padha, ora podho ora papa. Beda bangsa beda agama iku tetep bangsa kita. Kuning ireng sawo mateng uwi tetep bangsa kita. Dhuwur cendhek kuru lemu iku tetep bangsa kita.."
Kira-kira, lagu tersebut berisikan pesan damai tentang bagaimana sebagai bangsa Indonesia harus berbangga dengan perbedaan yang kita punya. "Perbedaan adalah kekuatan bagi kita. Kalau kita mau saling menghornati dan menghargai, bangsa kita akan kuat," ucapnya.



Kirim Komentar