Biro perjalanan pariwisata dari Belanda ternyata sangat tertarik dengan obyek-obyek wisata di Kabupaten Sleman, khususnya Museum Gunungapi Merapi (MGM) dan wisata alam minat khusus lainnya.
Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, Sabtu 22 Mei 2010 saat memimpin famtrip travel agent Sleman.
Famtrip yang diselenggarakan oleh Disbudpar Sleman ini diikuti 20 peserta dari travel yang tergabung dalam Sleman Travel Agent Forum (STAF), perwakilan PHRI DIY, Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) dan satu travel agent dari Belanda.
Pada kesempatan tersebut, peserta famtrip mengunjungi obyek wisata Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Pakem dan Desa Wisata Kedung Nganten Nawung Gayamharjo Prambanan.
Seorang operator travel Belanda, Joep Walter, mengaku sangat tertarik dengan alaminya Museum Gunungapi Merapi (MGM) setelah melakukan observasi obyek wisata koleksi museum tersebut serta trekking susur sungai di Desa Wisata Kedung Nganten Nawung.
"Koleksi di MGM memberikan pemahaman yang terpadu mengenai kegunungapian dan upaya-upaya mitigasi bencana. Sehingga sangat tepat MGM dapat menjadi salah satu wahana dan acuan pembelajaran bagi masyarakat Eropa yang sedikit atau tidak memiliki gunung api," katanya.
Sementara itu di desa wisata Kedung Nganten, seluruh peserta mengikuti serangkaian kegiatan trekking dari awal hingga akhir. Mulai dari outbound ringan berupa kursi goyang yang mengundang tawa semua peserta, lompat ban, panjat ban, titian kolam, lorong ban, hingga susur sungai Kedung Nganten sepanjang 500 meter.
Aktivitas susur sungai Kedung Nganten begitu menarik dan memesona bagi semua peserta khususnya Joep Walter yang tentunya tidak akan menemukan tempat serupa di daerah lain terlebih lagi di negaranya.
Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Pariwisata Disbudpar Sleman Wasita, Sabtu 22 Mei 2010 saat memimpin famtrip travel agent Sleman.
Famtrip yang diselenggarakan oleh Disbudpar Sleman ini diikuti 20 peserta dari travel yang tergabung dalam Sleman Travel Agent Forum (STAF), perwakilan PHRI DIY, Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) dan satu travel agent dari Belanda.
Pada kesempatan tersebut, peserta famtrip mengunjungi obyek wisata Museum Gunungapi Merapi (MGM) di Pakem dan Desa Wisata Kedung Nganten Nawung Gayamharjo Prambanan.
Seorang operator travel Belanda, Joep Walter, mengaku sangat tertarik dengan alaminya Museum Gunungapi Merapi (MGM) setelah melakukan observasi obyek wisata koleksi museum tersebut serta trekking susur sungai di Desa Wisata Kedung Nganten Nawung.
"Koleksi di MGM memberikan pemahaman yang terpadu mengenai kegunungapian dan upaya-upaya mitigasi bencana. Sehingga sangat tepat MGM dapat menjadi salah satu wahana dan acuan pembelajaran bagi masyarakat Eropa yang sedikit atau tidak memiliki gunung api," katanya.
Sementara itu di desa wisata Kedung Nganten, seluruh peserta mengikuti serangkaian kegiatan trekking dari awal hingga akhir. Mulai dari outbound ringan berupa kursi goyang yang mengundang tawa semua peserta, lompat ban, panjat ban, titian kolam, lorong ban, hingga susur sungai Kedung Nganten sepanjang 500 meter.
Aktivitas susur sungai Kedung Nganten begitu menarik dan memesona bagi semua peserta khususnya Joep Walter yang tentunya tidak akan menemukan tempat serupa di daerah lain terlebih lagi di negaranya.



Kirim Komentar