Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto meresmikan Pasar Minggu di Kelurahan Tahunan Kecamatan Umbulharjo Yogyakarta, Minggu (23/05).
Untuk selanjutnya, pasar yang oleh warga disebut Pasar Minggu Tahunan dan digelar di sepanjang jalan area Taman Makam Pahlawan Kusumanegara ini rencananya akan beroperasi pada setiap hari Minggu sepanjang tahunnya.
Walikota mengapresiasi ide Pasar Minggu Tahunan tersebut. Dirinya berharap Pasar Minggu Tahunan yang memadukan kegiatan ekonomi dan olahraga ini dapat memberi manfaat perekonomian dan kesehatan bagi warga kota Yogyakarta dan Tahunan khususnya.
"Saya senang dan menyambut baik, mudah-mudahan Pasar Minggu Tahunan ini memberi kita kesehatan, baik kesehatan jasmani juga kesehatan ekonomi," ujarnya.
Sementara pengurus Pasar Minggu Tahunan A. Suyudi menyatakan, kegiatan pasar Minggu ini bertujuan memberikan sarana rekreasi alternatf yang menarik, murah dan terjangkau bagi seluruh lapisan msyarakat.
Selain itu Pasar Minggu Tahunan ini juga diharapkan memberdayakan potensi ekonomi yang dimiliki dan berkembang di lingkungan warga serta sebagai wahana olahraga bersama khususnya olahraga senam sebagai usaha untuk menyehatkan masyarakat. "Kegiatan pasar nantinya tidak hanya kegiatan ekonomi saja tetapi juga dipadukan dengan kegiatan olahraga, seni budaya" terangnya.
Sejak pukul 05.00 WIB, warga telah mulai menggelar dagangan mereka di sepanjang jalan sisi barat TMP Kusumanegara. Berbagai makanan tradisional dan jajanan pasar seperti tahu dan tempe bacem, apem, nogosari, mata kebo, klepon, kethil, kolak, lemper, arem-arem dan aneka makanan kecil lainnya.
Tak hanya jajanan pasar, beberapa pedagang lain juga menjual nasi Gudeg, nasi goreng, nasi ayam goreng, soto, sate ayam dan banyak lainnya. Minuman ringan seperti es jamu, es dawet, es teh, teh, susu hingga kopi panas.
Sementara bagi yang menginginkan produk tas, busana, souvenir, dan peralatan rumah tangga juga bida didapatkan di Pasar Minggu Tahunan, yang sekilas tampak seperti pasar tradisional sesungguhnya.
Seluruh produk yang dipasarkan oleh sebanyak 135 pedagang di Pasar Minggu merupakan hasil karya warga sendiri. Untuk itu, harga yang ditawarkan cenderung lebih rendah dari tempat lain, tentunya tanpa mengurangi kualitas makanan.
Untuk selanjutnya, pasar yang oleh warga disebut Pasar Minggu Tahunan dan digelar di sepanjang jalan area Taman Makam Pahlawan Kusumanegara ini rencananya akan beroperasi pada setiap hari Minggu sepanjang tahunnya.
Walikota mengapresiasi ide Pasar Minggu Tahunan tersebut. Dirinya berharap Pasar Minggu Tahunan yang memadukan kegiatan ekonomi dan olahraga ini dapat memberi manfaat perekonomian dan kesehatan bagi warga kota Yogyakarta dan Tahunan khususnya.
"Saya senang dan menyambut baik, mudah-mudahan Pasar Minggu Tahunan ini memberi kita kesehatan, baik kesehatan jasmani juga kesehatan ekonomi," ujarnya.
Sementara pengurus Pasar Minggu Tahunan A. Suyudi menyatakan, kegiatan pasar Minggu ini bertujuan memberikan sarana rekreasi alternatf yang menarik, murah dan terjangkau bagi seluruh lapisan msyarakat.
Selain itu Pasar Minggu Tahunan ini juga diharapkan memberdayakan potensi ekonomi yang dimiliki dan berkembang di lingkungan warga serta sebagai wahana olahraga bersama khususnya olahraga senam sebagai usaha untuk menyehatkan masyarakat. "Kegiatan pasar nantinya tidak hanya kegiatan ekonomi saja tetapi juga dipadukan dengan kegiatan olahraga, seni budaya" terangnya.
Sejak pukul 05.00 WIB, warga telah mulai menggelar dagangan mereka di sepanjang jalan sisi barat TMP Kusumanegara. Berbagai makanan tradisional dan jajanan pasar seperti tahu dan tempe bacem, apem, nogosari, mata kebo, klepon, kethil, kolak, lemper, arem-arem dan aneka makanan kecil lainnya.
Tak hanya jajanan pasar, beberapa pedagang lain juga menjual nasi Gudeg, nasi goreng, nasi ayam goreng, soto, sate ayam dan banyak lainnya. Minuman ringan seperti es jamu, es dawet, es teh, teh, susu hingga kopi panas.
Sementara bagi yang menginginkan produk tas, busana, souvenir, dan peralatan rumah tangga juga bida didapatkan di Pasar Minggu Tahunan, yang sekilas tampak seperti pasar tradisional sesungguhnya.
Seluruh produk yang dipasarkan oleh sebanyak 135 pedagang di Pasar Minggu merupakan hasil karya warga sendiri. Untuk itu, harga yang ditawarkan cenderung lebih rendah dari tempat lain, tentunya tanpa mengurangi kualitas makanan.



Kirim Komentar