International Oil Palm Conference (IOPC) atau Konferensi Internasional Kelapa Sawit resmi digelar mulai hari ini, 1-3 Juni mendatang di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta.
Konferensi yang diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) kali ini cukup berbeda dalam hal penyelenggaraannya, yakni menjadikan konferensi kali ini sebagai tonggak sejarah transformasi industri minyak sawit indonesia menuju agrobisnis yang berkelanjutan.
Direktur PPKS Dr. Witjaksana Darmosarkoro menyatakan konferensi kali ini mendapat perhatian yang luar biasa dari dunia internasional. " IOPC kali ini diikuti oleh sekitar 1000 peserta dari 23 negara. Ini merupakan apresiasi dunia terhadap kemajuan industri sawit Indonesia dan negara produsen lainnya," katanya sesaat setelah pembukaan konferensi di JEC, Selasa (1/6).
PPKS Medan, sebagai sebagai satu-satunya lembaga penelitian milik pemerintah, berkonsentrasi khusus terhadap riset dan pengembangan industri minyak sawit dari hingga hilir.
"Kami selalu menjaga komitmen dalam mendukung kemajuan minyak sawit Indonesia termasuk bagi petani. Untuk itu kami meluncurkan PROWITA atau Program Sawit Untuk Rakyat," terangnya.
PROWITA sendiri adalah sebuah program pemerintah yang baru saja diluncurkan pada IOPC 2010 ini guna memberikan bantuan bibit kelapa sawit unggul kepada petani kecil.
Saat ini, PPKS tercatat sebagai produsen benih kelapa sawit terbesar di dunia. Pada 2009 lalu, PPKS telah menyalurkan lebih dari 40 juta kecambah kelapa sawit ke sejumlah perusahaan negara, swasta, hingga petani kecil.



Kirim Komentar