Sosial Ekonomi

CPO Jadi Andalan Devisa Selain Migas

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Crude Palm Oil (CPO) atau yang lebih populer dikenal dengan minyak kelapa sawit mentah menjadi sektor unggulan Indonesia sebagai penghasil devisa selain migas.

Betapa tidak, sektor tersebut setidaknya mampu mengekspor hingga lebih dari 11,28 miliar USD per tahun dari total produksi 21,14 juta ton, yang 4,86 juta ton di antaranya untuk konsumsi dalam negeri.

Ketua Panitia IOPC 2010 Dr. Yohanes Samosir menyatakan, dengan kapasitas tersebut, Indonesia tak diragukan menjadi pemasok CPO terbesar pertama di dunia setelah pada tahun lalu menjadi milik malaysia.

"Dengan total produksi 21,14 juta ton, selain kita menjadi negara penghasil CPO terbesar di dunia, juga menjadikan CPO sebagai penghasil devisa unggulan selain migas," katanya di JEC, Selasa (1/6).

Pada konferensi empat tahunan tersebut, rencananya akan disajikan sebanyak 63 makalah hasil riset para pakar dari dalam dan luar negeri tentang budidaya kelapa sawit.

"salah satu hasil risetnya adalah tentang bibit sawit unggul yang mampu menghasilkan buah yang berukurang jauh lebih besar dari sawit biasa," tandasnya.

Sementara dalam sambutannya, Deputi Menteri BUMN Dr. Agus Pakpahan menekankan pentingnya pemberdayaan bidang penelitian dan pengembangan untuk kesinambungan industri kelapa sawit.

"Masa depan yang lebih baik dari industri kelapa sawit tergantung dari kemampuan kita untuk meningkatkan kapasitas riset dan pengembangan saat ini," tegasnya seraya menyatakan pentingnya jejaring yang kuat antar lembaga riset dan industri untuk menuju paradigma baru industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

Untuk diketahui, industri kelapa sawit nasional, selain mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri akan minyak kelapa sawit mentah, juga mampu menghidupi tak kurang dari 4 juta kepala keluarga yang menjadi pekerjanya.

Dalam IOPC 2010, selain diwarnai dengan deklarasi Indonesia R&D Forum sebagai sebuah kesepakatan antara peneliti persawitan Indonesia, juga digelar pameran yang diikuti oleh 80 perusahaan sawit dalam dan luar negeri yang membuka sebanyak 129 stand.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini