Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Pertanian Kota Yogyakarta (Disperindagkoptan) akan melakukan pembaruan data base bagi Industri Mikro, Kecil, dan Menengah (IMKM) di Kota Yogyakarta.
Kegiatan pembaruan data tersebut akan dilaksanakan pada Juni hingga Agustus mendatang dengan sasaran 2500 unit usaha yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Yogakarta yaitu Gondomanan, Gondokusuman, Gedongtengen, Danurejan, Jetis, Ngampilan, dan Pakualaman.
Pembaruan data base dinilai sebagai upaya yang penting untuk sumber informasi yang digunakan dasar pengambilan keputusan, menentukan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan.
"Selanjutnya, informasi tersebut akan dipublikasikan di website http://umkm.jogja.go.id, agar bisa membantu publikasi dan promosi bagi pengusaha dan masyarakat IMKM untuk lebih berkembang," kata Kepala Seksi Bimbingan Teknologi dan Produksi Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Agus Maryanto di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Kamis (3/6).
Pada praktiknya nanti, akan ada petugas survei yang akan mendatangi pelaku industri, yang kemudian akan memberikan formulir isian yang harus diisi oleh pihak industri.
"Aspek yang akan disurvei dan didokumentasikan dari IMKM meliputi data umum pengusaha, data tenaga kerja, permodalan, produksi dan penjualan, perencanaan industri hingga penanganan limbah," terangnya.
Dari pembaruan data yang melibatkan PT Richindo Katalog tersebut, diharapkan adanya informasi yang akurat mengenai IMKM serta tersedianya revisi sistem informasi pengolahan data base IMKM dalam bentuk sofware.
Kegiatan pembaruan data tersebut akan dilaksanakan pada Juni hingga Agustus mendatang dengan sasaran 2500 unit usaha yang tersebar di tujuh kecamatan di Kota Yogakarta yaitu Gondomanan, Gondokusuman, Gedongtengen, Danurejan, Jetis, Ngampilan, dan Pakualaman.
Pembaruan data base dinilai sebagai upaya yang penting untuk sumber informasi yang digunakan dasar pengambilan keputusan, menentukan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan.
"Selanjutnya, informasi tersebut akan dipublikasikan di website http://umkm.jogja.go.id, agar bisa membantu publikasi dan promosi bagi pengusaha dan masyarakat IMKM untuk lebih berkembang," kata Kepala Seksi Bimbingan Teknologi dan Produksi Disperindagkoptan Kota Yogyakarta, Agus Maryanto di Kompleks Balaikota Yogyakarta, Kamis (3/6).
Pada praktiknya nanti, akan ada petugas survei yang akan mendatangi pelaku industri, yang kemudian akan memberikan formulir isian yang harus diisi oleh pihak industri.
"Aspek yang akan disurvei dan didokumentasikan dari IMKM meliputi data umum pengusaha, data tenaga kerja, permodalan, produksi dan penjualan, perencanaan industri hingga penanganan limbah," terangnya.
Dari pembaruan data yang melibatkan PT Richindo Katalog tersebut, diharapkan adanya informasi yang akurat mengenai IMKM serta tersedianya revisi sistem informasi pengolahan data base IMKM dalam bentuk sofware.



Kirim Komentar