Seni & Budaya

Putu Wijaya Pentaskan Kereta Kencana Karya WS Rendra

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Naskah "Kereta Kencana" karya almarhum WS Rendra rencananya akan dipentaskan kembali oleh sutradara Putu Wijaya pada 9 dan 10 Juni 2010 mendatang mulai pukul 19.00 WIB di Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta (TBY).

Cerita yang merupakan adaptasi dari lakon "Les Chaises" karya pengarang berdarah Romania-Perancis, Eugene Lonesco tersebut sempat dipentaskan di pada Desember 2009 lalu di Magelang.

Putu Wijaya menyatakan, meski minim pemain, dirinya ingin agar naskah yang telah ditulis setengah abad ini mendapat hawa baru, yang dimainkan dengan penuh improvisasi baru dan memunculkan tawaran lain dalam dunia teater yakni pertunjukan teater yang penuh filsafat dan spiritual.

Menurut, naskah cerita "Kereta Kencana" yang kian menjadi dinamik akan didukung dengan konsep artistik panggung juga dikemas dengan istimewa.

"Nanti, panggung Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta akan disulap menjadi semacam buku pop up oleh perupa yang dikomandani oleh mahasiswa Jurusan Teater ISI Yogyakarta bernama Adinda. Selain itu, pementasan kali ini akan cuup berbeda dengan pementasan terakhir yang hanya menggunakan properti tunggal dan minim warna," katanya.

Rencananya, Putu akan melibatkan sejumlah perupa Yogyakarta untuk menangani artistik panggung. Di antaranya adalahTheresia Agustina Sitompul, Yudi Sulistya, Baskoro Latu, serta beberapa komunitas seni rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Sebenarnya, naskah Kereta Kencana yang ditulis oleh Rendra dipentaskannya bersama istrinya untuk pertama kalinya pada tahun 1960 di Yogyakarta.

Kemudian, naskah ini dipentaskan oleh beberapa kelompok teater, di antaranya tahun 1997, Bengkel Teater Rendra mempersembahkan pementasan Kereta Kencana dengan pemain lelaki yang diperankan WS Rendra dan pemain perempuan yaitu Ken Zuraida, di Gedung Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marjuki Jakarta Selatan.

"Kereta Kencana" bercerita tentang sepasang suami istri yang berusia 200 tahun, saling setia menunggu kematian yang tak kunjung juga tiba. Sang lelaki tua letih menunggui ajal. Sang istri setianya berusaha menina-bobokkan dengan mainan-mainan memikat hati. Sang lelaki renta, berambut putih bermain badut-badutan menghibur istrinya. Berangkulan mengingat dan menimbang masa-masa indah di hari mudanya.

Pada pertunjukannya nanti Putu Wijaya akan bermain sebagai Lelaki tua sedangkan sang istri diperankan aktris terbaik versi Dewan Kesenian Jakarta, Yuliza Syahtiani.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini