Salah satu program Pasar Kangen Jogja (PKJ) 2010, workshop boneka koran bekas ternyata mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Jogja. Workshop yang digelar pada Selasa (29/6) tersebut setidaknya diikuti oleh sekitar 50 orang dari berbagai kalangan.
Pelatihan yang diselenggarakan di Amphi Teater Taman Budaya Yogyakarta (TBY) tersebut tak hanya diikuti oleh ibu-ibu rumah tangga, tapi juga oleh remaja, bahkan anak-anak.
Ahli pembuat boneka kertas bekas, Bagong Soebadjo menyatakan, para peserta secara langsung diberikan pengetahuan membuat boneka koran bekas selama tiga jam.
"Bonekanya bisa beragama, sesuai dengan kreativitas peserta masing-masing. Jadi saya bebaskan mereka untuk menciptakan karakter atau tokoh sesuai dengan keinginan mereka," katanya.
Selain koran bekas, Bagong memaparkan bahwa untuk mendapatkan sebuah boneka, segala barang bekas bisa menjadi bahan yang sangat berguna. "Tak hanya Koran bekas, bambu bekas, kain perca, pralon bekas dan lem yang dibuat dari tepung tapioka bisa menjadi boneka yang cantik," terangnya.
Karena pada dasarnya adalah memanfaatkan barang bekas, Bagong menyarankan agar dalam pembuatannya harus selalu memperhatikan nilai ekonomisnya agar tidak memakan biaya yang banyak.
"Untuk penggunaan cat, saya sarankan untuk memanfaatkan cat tembok putih yang diberi warna sendiri, agar biayanya tidak membengkak," paparnya.
Untuk lebih memopulerkan apa yang telah digelutinya, Bagong juga sempat membuat sejumlah buku panduan membuat boneka dari berbagai macam bahan. "Setidaknya ada 16 macam bahan seperti jerami, gagang ketela pohon, kaos kaki bekas, karton bekas, botol bekas, kain perca dan lain-lain," tambahnya.
Dengan tulisannya tersebut, Bagong juga berharap dapat berbagi ilmu. "Saya sangat ingin memasyarakatkan boneka buatan Indonesia sendiri yang tidak mahal dan dicintai masyarakat," tukasnya.



Kirim Komentar