Sebagai hotel bintang lima, Melia Purosani ternyata juga memperhatikan masalah lingkungan hidup, yakni dengan memanfaatkan setiap limbah hotel untuk digunakan kembali sebagai bahan kebutuhan sehari-hari.
Program yang telah dilakukan adalah water waste minimize, yang memanfaatkan air limbah hotel untuk digunakan kembali.
Berkat keberhasilannya dalam menerapkan sistem reduce, reuse, dan recycle (R3), Hotel Melia Purosani berhasil menjadi juara II dalam kompetisi W2M (water waste minimize) yang diadakan oleh BLH (Balai Lingkungan Hidup) DIY.
Public Relations Manager Hotel Melia Purosani, Dyah Retno Wikan menyatakan, salah satu komitmen dari Melia Purosani adalah perlindungan terhadap lingkungan yang diterapkan melalui sistem Reduce, Reuse dan Recycle (R3).
"Keberhasilan dari implementasi sistem inilah yang membawa Melia menjadi juara II kompetisi Water waste minimize (W2M) yang diadakan oleh Balai Lingkungan Hidup (BLH) DIY dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia," paparnya, Jumat (9/7).
Salah satu yang menjadi kebanggaan hotel bintang lima tersebut adalah prestasi tersebut merupakan kerja keras yang solid dari tim departemen Engineering yang melakukan sendiri usaha tersebut tanpa bantuan dari konsultan luar.
"Penghargaan ini dapat menjadi pemacu kerja mereka untuk bisa lebih baik lagi di tahun depan, yakni dengan melakukan daur ulang air limbah untuk dapat digunakan kembali," terangnya.
Pada praktiknya, salah satunya adalah untuk menyirami kebun dan halaman Melia yang cukup luas dengan air limbah yang biasanya hanya dibuang di saluran air saja.
Dengan demikian, upaya tersebut tentunya akan mengurangi konsumsi penggunaan air tanah.
Selain itu, pengurangan konsumsi air juga digalakkan bagi para tamu yang menginap dengan memberikan himbauan kepada mereka di dalam kamar. "Mereka dihimbau untuk dapat membantu dalam penghematan penggunaan air, deterjen dan emisi CO2," tambahnya.
Pada Kamis kemarin, Hotel Melia Purosani bahkan berkesempatan membagi ilmunya kepada sejumlah hotel bintang dua dan bintang tiga di Yogyaakarta terkait dengan pemanfaatan air limbah.
Program yang telah dilakukan adalah water waste minimize, yang memanfaatkan air limbah hotel untuk digunakan kembali.
Berkat keberhasilannya dalam menerapkan sistem reduce, reuse, dan recycle (R3), Hotel Melia Purosani berhasil menjadi juara II dalam kompetisi W2M (water waste minimize) yang diadakan oleh BLH (Balai Lingkungan Hidup) DIY.
Public Relations Manager Hotel Melia Purosani, Dyah Retno Wikan menyatakan, salah satu komitmen dari Melia Purosani adalah perlindungan terhadap lingkungan yang diterapkan melalui sistem Reduce, Reuse dan Recycle (R3).
"Keberhasilan dari implementasi sistem inilah yang membawa Melia menjadi juara II kompetisi Water waste minimize (W2M) yang diadakan oleh Balai Lingkungan Hidup (BLH) DIY dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup se-Dunia," paparnya, Jumat (9/7).
Salah satu yang menjadi kebanggaan hotel bintang lima tersebut adalah prestasi tersebut merupakan kerja keras yang solid dari tim departemen Engineering yang melakukan sendiri usaha tersebut tanpa bantuan dari konsultan luar.
"Penghargaan ini dapat menjadi pemacu kerja mereka untuk bisa lebih baik lagi di tahun depan, yakni dengan melakukan daur ulang air limbah untuk dapat digunakan kembali," terangnya.
Pada praktiknya, salah satunya adalah untuk menyirami kebun dan halaman Melia yang cukup luas dengan air limbah yang biasanya hanya dibuang di saluran air saja.
Dengan demikian, upaya tersebut tentunya akan mengurangi konsumsi penggunaan air tanah.
Selain itu, pengurangan konsumsi air juga digalakkan bagi para tamu yang menginap dengan memberikan himbauan kepada mereka di dalam kamar. "Mereka dihimbau untuk dapat membantu dalam penghematan penggunaan air, deterjen dan emisi CO2," tambahnya.
Pada Kamis kemarin, Hotel Melia Purosani bahkan berkesempatan membagi ilmunya kepada sejumlah hotel bintang dua dan bintang tiga di Yogyaakarta terkait dengan pemanfaatan air limbah.



Kirim Komentar