Teater Gadjah Mada (TGM) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta
akan mementaskan "Leng" pada Kamis malam (15/7) di Lapangan Rumput
Gelanggang Mahasiswa UGM.
Pementasan tersebut dalam rangka Festival Teater Jogja 2010, yang melibatkan lima kelompok dari Yogyakarta yaitu Teater Kulon Progo (TeKaPe), Teater Amarta Bantul, Komunitas Slenk, dan Teater Payung Imogiri.
Humas TGM, Firdaus Tegar menyatakan, cerita "Leng" dipilih selain karena menggunakan Bahasa Jawa, juga karena dirasa seiring dengan tema Festival Teater Jogja 2010 yaitu "Berkunjung ke Rumah Sendiri".
"Dalam naskah Leng terdapat sejumlah simbol yang merepresentasikan berbagai kegelisahan terhadap kebijakan elit yang selalu berorientasi pada kepentingan individu yang kerap kali merugikan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, sebagai warga UGM pihaknya juga ingin menawarkan sudut padang situasi pendidikan masa kini dalam tafsir naskah leng. Pendidikan seolah menjadi sektor usaha strategis bahkan telah menjadi pabrik pendididikan sudah mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
"Inilah yang kami coba untuk soroti sebagai metode pendekatan kepada para penggiat pendidikan," paparnya.
Naskah Leng menceritakan tentang konflik yang terjadi di sebuah perkampungan akibat penggusuran makam untuk perluasan pabrik. Pertentangan terjadi akibat benturan antara kepentingan mempertahankan tradisi dengan modernisasi.
Pementasan tersebut dalam rangka Festival Teater Jogja 2010, yang melibatkan lima kelompok dari Yogyakarta yaitu Teater Kulon Progo (TeKaPe), Teater Amarta Bantul, Komunitas Slenk, dan Teater Payung Imogiri.
Humas TGM, Firdaus Tegar menyatakan, cerita "Leng" dipilih selain karena menggunakan Bahasa Jawa, juga karena dirasa seiring dengan tema Festival Teater Jogja 2010 yaitu "Berkunjung ke Rumah Sendiri".
"Dalam naskah Leng terdapat sejumlah simbol yang merepresentasikan berbagai kegelisahan terhadap kebijakan elit yang selalu berorientasi pada kepentingan individu yang kerap kali merugikan masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, sebagai warga UGM pihaknya juga ingin menawarkan sudut padang situasi pendidikan masa kini dalam tafsir naskah leng. Pendidikan seolah menjadi sektor usaha strategis bahkan telah menjadi pabrik pendididikan sudah mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia.
"Inilah yang kami coba untuk soroti sebagai metode pendekatan kepada para penggiat pendidikan," paparnya.
Naskah Leng menceritakan tentang konflik yang terjadi di sebuah perkampungan akibat penggusuran makam untuk perluasan pabrik. Pertentangan terjadi akibat benturan antara kepentingan mempertahankan tradisi dengan modernisasi.



Kirim Komentar