Seni & Budaya

LIP, Jembatan antara Indonesia dan Prancis

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Sejak dibukanya gerbang diplomasi dengan Prancis pada pada tahun 1950, tak disangkal, Lembaga Indonesia Prancis (LIP) atau Center Culture Prancis (CCF) menjadi satu-satunya jembatan penghubung antara Indonesia dan Prancis.

Hal tersebut dinyatakan oleh Duta Besar Prancis, M Philippe Zeller saat bertemu dengan wartawan dalam kesempatan peringatan ke-35 LIP Yogyakarta, di Hotel Phoenix Yogyakarta, Jumat (23/7).

"Di Jogja sebenarnya sudah ada Alliance Francaise (AF) pada tahun 1952, tapi kemudian Centre Culturel Francais (CCF) berdiri pada 1975. Peristiwa itu terjadi setelah hubungan diplomatik Indonesia - Prancis baru dibuka pada 1950," katanya.

Menurutnya, peran Centre Culturel Francais (CCF) atau di Jogja lebih populer dengan sebutan Lembaga Indonesia Prancis (LIP) sangat vital sebagai jembatan bagi Indonesia dan Prancis dalam hal budaya dan juga pertukaran ide.

"Sekarang ini ada sekitar 60 ribu mahasiswa Indonesia yang belajar bahasa Prancis. Jumlah tersebut ternyata bertambah dari tahun ke tahun. Itu menunjukkan peran CCF di Indonesia berhasil dan efektif," paparnya.

Dengan fenomena tersebut, Philippe mengaku cukup bangga karena Indonesia diketahui bukan sebagai negara penutur Bahasa Prancis.

Dalam usianya yang ke-35 tahun ini, Philippe mengaku bahwa hingga saat ini LIP belum menjumpai masalah yang berarti khususnya dalam hubungannya dengan masyarakat setempat maupun dengan seniman Yogyakarta. Bahkan antara Yogyakarta dan Prancis memiliki banyak kesamaan yang sangat berpengaruh.

"Jogja punya wayang, Prancis punya teater boneka. Jogja punya banyak tarian tradisional, Prancis punya tari balet, dll," terangnya.

Di mata Philippe, Yogyakarta adalah kota yang kaya dengan seni budaya. "Seni budaya Jogja sangat menonjol. Tapi sekarang ini, Jogja sepertinya lebih menojol dalam hal seni kontemporernya," ujarnya.

Ke depan, Philippe menyatakan pihaknya melalui LIP Yogyakarta akan terus meningkatkan kerjasama dalam berbagai bidang, tapi hanya dalam bidang kebudayaan saja.

"Di Jogja ada sekitar 100 warga negara Prancis yang berbisnis. Kemungkinan kerjasama dalam hal ekonomi bisa dilakukan," ungkapnya.

Saat ini, setidaknya telah ada 120 Centre Culturel Francais (CCF) di seluruh dunia. Empat di antaranya berada di Indonesia yakni Jakarta, Yogyakarta, Bandung, dan Surabaya. Sedangkan Alliance Francaise (AF) yang ada di Indonesia berada di lima kota di Indonesia yaitu Bali, Semarang, Balikpapan, Medan, dan Lampung.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SOLORADIO 92,9 FM

    SOLORADIO 92,9 FM

    Soloradio 92,9 FM SOLO


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini