Masyarakat Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen, Kota Yogyakarta rencananya akan menggelar Festival Apem. Festival yang akan melibatkan sekitar 150 komunitas tersebut akan digelar di Kelurahan Sosromenduran pada Minggu, 8 Agustus 2010 mendatang.
Wakil Ketua Panitia Festival Apem Eddy Karyono menyatakan kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Kelurahan Sosromenduran.
"Festival Apem ini diselenggarakan khususnya agar ada interaksi secara langsung antara warga masyarakat Sosromenduran dengan wisatawan yang datang ke Sosromenduran," katanya di Komleks Balaikota Yogyakarta, Senin (2/8).
Dengan adanya festival tersebut diharapkan kegiatan pariwisata di Sosromenduran akan semakin berkembang. Seiring berkembangnya pariwisata di Sosromenduran, warga miskin khususnya diharapkan akan berkurang.
Rencanaya, pada Minggu (8/8) mulai pukul 08.00 WIB mendatang, sekitar 150 kelompok akan membuat apem sebanyak kurang lebih 7.500 buah. Selain apem, warga Sosromenduran juga akan membuat kolak yang nanti akan dikonsumsi oleh warga dan wisatawan yang hadir di festival tersebut.
Selain membuat apem dan kolak, Festival Apem Sosromenduran juga akan diwarnai dengan sejumlah kegiatan yakni permainan tradisional numpak bathok dan kegiatan membatik yang keduanya boleh diikuti oleh warga Sosromenduran dan pengunjung yang hadir, khususnya wisatawan mancanegara.
Selama ini, Kelurahan Sosromenduran, yang lebih dikenal lewat Jalan Sosrowijayan, dinilai sebagai kampung turis yang setiap hari selalu macet oleh lalu-lintas orang dan kendaraan yang lalu-lalang melewati Jalan yang tak terlalu lebar itu.
"Festival Apem ini juga sebagai usaha mengambil keuntungan dari ramainya Jalan Sosrowijayan yang dikenal sebagai salah satu kampung turis di Jogja," tuturnya.
Sosromenduran adalah sebuah kelurahan yang terdiri dari tujuh kampung yakni Kampung Sitisewu, Kampung Sosrowijayan Wetan, Kampung Sosrowijayan Kulon, Kampung Sosromenduran, Kampung Sosrodipuran, Kampung Pajeksan, dan Kampung Jogonegaran.
Kelurahan Sosromenduran yang terbagi menjadi 14 RW dan 56 RT tersebut terdiri dari masyarakat yang multi etnis yakni percampuran antara Jawa, Madur
Wakil Ketua Panitia Festival Apem Eddy Karyono menyatakan kegiatan yang digelar untuk pertama kalinya ini sebagai upaya untuk mengoptimalkan potensi pariwisata yang ada di Kelurahan Sosromenduran.
"Festival Apem ini diselenggarakan khususnya agar ada interaksi secara langsung antara warga masyarakat Sosromenduran dengan wisatawan yang datang ke Sosromenduran," katanya di Komleks Balaikota Yogyakarta, Senin (2/8).
Dengan adanya festival tersebut diharapkan kegiatan pariwisata di Sosromenduran akan semakin berkembang. Seiring berkembangnya pariwisata di Sosromenduran, warga miskin khususnya diharapkan akan berkurang.
Rencanaya, pada Minggu (8/8) mulai pukul 08.00 WIB mendatang, sekitar 150 kelompok akan membuat apem sebanyak kurang lebih 7.500 buah. Selain apem, warga Sosromenduran juga akan membuat kolak yang nanti akan dikonsumsi oleh warga dan wisatawan yang hadir di festival tersebut.
Selain membuat apem dan kolak, Festival Apem Sosromenduran juga akan diwarnai dengan sejumlah kegiatan yakni permainan tradisional numpak bathok dan kegiatan membatik yang keduanya boleh diikuti oleh warga Sosromenduran dan pengunjung yang hadir, khususnya wisatawan mancanegara.
Selama ini, Kelurahan Sosromenduran, yang lebih dikenal lewat Jalan Sosrowijayan, dinilai sebagai kampung turis yang setiap hari selalu macet oleh lalu-lintas orang dan kendaraan yang lalu-lalang melewati Jalan yang tak terlalu lebar itu.
"Festival Apem ini juga sebagai usaha mengambil keuntungan dari ramainya Jalan Sosrowijayan yang dikenal sebagai salah satu kampung turis di Jogja," tuturnya.
Sosromenduran adalah sebuah kelurahan yang terdiri dari tujuh kampung yakni Kampung Sitisewu, Kampung Sosrowijayan Wetan, Kampung Sosrowijayan Kulon, Kampung Sosromenduran, Kampung Sosrodipuran, Kampung Pajeksan, dan Kampung Jogonegaran.
Kelurahan Sosromenduran yang terbagi menjadi 14 RW dan 56 RT tersebut terdiri dari masyarakat yang multi etnis yakni percampuran antara Jawa, Madur



Kirim Komentar