Sosial Ekonomi

Gapoktan Widorokandang Silangkan Ratusan Anggrek

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
Gapoktan Widorokandang Silangkan Ratusan Anggrek



Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Widorokandang Muja Muju, Umbulharjo, Kota yang bergerak budidaya dan penyilangan anggrek berhasil maju ke tingkat nasional dalam Lomba Holtikultura yang diselenggarakan oleh Dirjen Hortikultura.

Ketua Kelompok Wanita Tani Anggrek-anggrek, Sumiyati mengaku dirinya mulai membudidayakan anggrek sejak Tahun 1976. Menurutnya, hal itu berawal dari hobi, yang kemudian berhasil dalam usaha budidaya anggrek.

Meski pada awalnya sempat mengalami kegagalan, namun Sumiyati bersikukuh untuk melanjutkannya karena terlanjur menyukainya.

"Dulu sempat pesimis untuk bertani tanaman yang memerlukan banyak perawatan ini, namun karena ketekunan, sekarang tidak hanya bertani Anggrek, namun juga melakukan persilangan dan hasilnya dapat dirasakan dan dinikmati pecinta anggrek," tuturnya di kediamannya di Jl. Miliran, Muja-muju Yogyakarta, Jumat (17/9).

Hingga saat ini, tanaman anggrek yang ada dikebun Widorokandang ini ada sekitar 40 jenis. Sementara untuk jenis anggrek yang telah disilangkan mencapai ratusan jenis.

Ketua Tim Penilai dari Direktorat Jendral Holtikultura Pusat, Aminudin Azis menyatakan, untuk tahun ini, di DIY ada dua penilaian yakni Asosiasi Tanaman Hias di daerah Sleman dan Gapoktan Tani Makmur di kecamatan Umbulharjo yang diwakili Petani Anggrek Widorokandang.

"Di seluruh Indonesia, yang mengajukan untuk penilaian di bidang tanaman hias ini ada 8 Propinsi termasuk DIY. Dari 8 Propinsi tersebut, ada beberapa kategori penilaian, di antaranya Champion, Gapoktan, Asosiasi, serta pengusaha," tuturnya.

Penilaian berdasarkan pada prestasi terhadap pengembangan usaha, bagaimana mereka melakukan kiprahnya terkait dengan pengembangan ekonomi masyarakat, sehingga penekannya bagaimana dan sejauh mana kerjasamanya dengan gapoktan yang
lain.

"Selain kiprahnya di bidang Gapoktan, kami juga menilai petani ini sebagai pionir di wilayahnya, sehingga memotivasi masyaraka yang lain. Kami terjun langsung dilapangan guna melihat secara ditail apakah betul yang diajukan oleh Dinas Pertanian Propinsi," terangnya.

Sementara itu pengelola sekaligus penyilang Anggrek, Aryo Wisnutomo mengatakan, untuk memasarkan hasil anggrek silangannya pihaknya melakukan pameran di tingkat lokal maupun antar daerah.

"Tingkat kesulitan dan kegagalan anggrek yang disilangkan tergantung dari vertilitas dari tanaman Anggrek tersebut. Masing-masing Tanaman anggrek ada yang mudah, ada yang susah, apabila sudah lama disilang-silangkan, menjadikan anggrek steril, jadi agak susah disilangkan, namun apabila kita masukkan spesies dari hutan, hasilnya akan lebih subur dan mudah disilangkan," jelas Wisnu yang sejak tahun 2003 telah menyilangkan lebih kurang 440 jenis anggrek.

Dalam melayani konsumennya, Wisnu mengaku dalam setiap pameran dirinya menjual dalam bentuk botolan anggrek yang telah disilangkan. Bahkan untuk meyakinkan pecinta anggrek, dirinya harus menyertakan foto indukan anggreknya. 

1 Komentar

  1. anggit prananto Selasa, 13 Agustus 2019

    mohon info alamat & nomer hape... maturnuwun

Kirim Komentar


jogjastreamers

GCD 98,6 FM

GCD 98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM


RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


UNISI 104,5 FM

UNISI 104,5 FM

Unisi 104,5 FM


SWARAGAMA 101.7 FM

SWARAGAMA 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM

MBS 92,7 FM


SOLORADIO 92,9 FM

SOLORADIO 92,9 FM

Soloradio 92,9 FM SOLO


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini