" name="title" />" /><i>"Merapi Lagi Dandan-dandan Lan Mbangun..."</i> Yogya | GudegNet

Sosial Ekonomi

"Merapi Lagi Dandan-dandan lan Mbangun..."

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00
<i>" title=""Merapi Lagi Dandan-dandan lan Mbangun..."">



Bagi sebagian besar orang, saat ini Gunung Merapi pasti sedang bergejolak. Tapi bagi Prapto Prawiro, saat ini Gunung Merapi sedang berbenah dan membangun. Nenek berusia 86 tahun asal Kaliurang Barat itu bahkan menegaskan bahwa letusan dan awan panas yang terjadi kemarin bukanlah hal yang menjadi ketakutannya.

Ditemui di barak pengungsian Hargobinangun, Pakem, Sleman, Ibu 10 anak dan 22 buyut itu tak seperti sedang tertimpa musibah. Bahkan, nenek hampir satu abad itu terlihat cukup bahagia berada di barak pengungsian bersama anak dan cucunya.

"Merapi lagi dandan-dandan dan mbangun. Niku ga popo. Tinimbang ga mbangun stihik-sithik koyo saiki, mengko malah ono musibah sik luwih gede. Yen saiki watuk-watuk sithik ga popo," ujarnya sambil sesekali tersenyum.

Baginya, wedhus gembel dan abu vulkanik yang juga tercurah ke kampungnya tak sekadar bencana. "Awu Merapi sik mudhun mengkone yo iso dadi pupuk sing marai tanduran subur," tuturnya.

Meski demikian, simbah yang masih terlihat sangat tegar dan kuat itu mengaku hanya bisa berdoa kepada Tuhan untuk segala yang mungkin akan terjadi padanya dan keluarganya.

"Sing penting kuwi ndonga marang sing Kuasa. Iki (letusan Merapi -red) ga popo. Sak rampunge kuwi kabeh bakal dadi aman-aman wae," terangnya seraya mengatakan bahwa untuk letusan kali ini dirasakan tak separah letusan tahun 1994 yang juga dialaminya. "Tahun 1994, wedhus gembel iso nganti 8 sentimeter," akunya.

Meski baru dua hari berada di barak pengungsian, Mbah Prapto mengaku tak kerasan. "Ra enak diopeni wong liyo. Pengine cepet-cepet bali ning ngomahe dewe meneh karo keluargane," harapnya.

Dari informasi yang didapat, rumah Mbah Prapto dan keluarganya tidak mengalami kerusakan yang berarti akibat letusan Merapi. Seperti biasa, abu vulkanik selalu menghiasi rumah mereka tatkala gunung api teraktif di Indonesia itu bergejolak.

Mbah Prapto dan keluarganya adalah warga yang selamat dari awan panas Gunung Merapi yang menerjang daerah-daerah di perbukitan Merapi yang jaraknya hingga 10 kilometer dari puncak Merapi.

Dari data yang ada, seluruh warga Kaliurang Barat berhasil selamat dari musibah letusan Gunung Merapi. Itu berkat kepatuhan terhadap imbauan pemerintah daerah setempat yang mengharuskan warga radius 10 kilometer dari puncak Merapi untuk mengungsi.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini