
Terkait ternak korban letusan Gunung Merapi, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran sebesar Rp 100 miliar. Dana yang berasal dari dana bencana Badan Nasioal Penanggulangan Bencana (BNPB).
Menteri Pertanian, Suswono menyatakan, Terkait hewan ternak korban pengungsi seperti sapi dan kerbau, pemerintah telah menganggarkan dana sebesar Rp 100 juta sebagai pengganti bagi peternak korban Merapi.
"Pemerintah akan menghargai sapi potong jantan dan betina Rp 20 per kg, sapi yang sedang diperah atau laktasi Rp 10 juta, sapi bunting Rp 9 juta, sapi dara Rp 7 juta, dan pedhet Rp 5 juta," tuturnya di Kantor Pusdalops BNPB, Senin (8/11).
Meski demikian, Suswono menyatakan bahwa pemerintah tidak memaksa peternak untuk menjual hewan ternaknya kepada pemerintah. "Bagi yang ingin memeliharanya kembali, dipersilakan," terangnya.
Penggantian hewan ternak tersebut hanya berlaku bagi peternak yang berada pada radius 20 kilometer dari puncak Merapi. Untuk itu, samapi saat ini pemerintah tidak mengijinkan warga di daerah tersebut untuk mengevakuasi ternaknya sendiri.
"Saat ini kami sedang dalam tahap identifikasi data peternak sapi warga. Nanti akan ada form yang harus diisi oleh warga tentang kepemilikan, jumlah, jenis, dan lokasi," paparnya.
Rencananya, pada waktu yang dianggap aman nanti, tim evakuasi dai BNPB akan mengevakuasi ternak warga di radius 20 kilometer. Setelahnya, ternak akan ditempatkan pada 19 titik penampungan.
Dari data BNPB, jumlah ternak sapi yang tercatat dimiliki warga di daerah 20 kilometer mencapai 61.884 ekor. Jumlah tersebut terdiri dari ternak warga Sleman 3.125, Magelang 2.056, Klaten 9.838, dan Boyolali 28.405 ekor.



Kirim Komentar