
Dalam menanggulangi bencana meletusnya Gunung Merai kali ini, pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) berkonsentrasi pada tiga hal utama.
Tiga hal tersebut adalah pemantauan dan penyelidikan Merapi, penanganan pengungsi, dan penyelesaian masalah ternak warga korban Merapi di radius 20 km.
Hal tersebut dinyatakan oleh Menko Kesra, Agung Laksono saat berada di Kantor Pusat Pengendalian Operasional (Pusdalops), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin (8/11).
"Terkait Gunung Merapi, saat ini setidaknya telah ada sejumlah ahli vulkanologi dari Jepang dan Amerika Serikat yang menyelidiki sekaligus meneliti Merapi," ujarnya.
Mengenai pengungsi, Agung menegaskan bahwa saat ini penanganan pemerintah terhadap seluruh pengungsi korban letusan Merapi telah berjalan dengan baik. "BNPN telah distribusikan sejumlah bantuan kepada pengungsi dengan baik," terangnya.
Meski demikian, Agung tidak menyangkal bahwa sempat terjadi masalah ketika pergeseran radius aman dari Merapi. "Di beberapa tempat sempat kerepotan karena proses pergeseran dari 15 km menjadi 20 km lalu yang terjadi dengan cepat," paparnya.
Sementara terkait ternak korban Merapi, Agung menyatakan bahwa pemerintah konsisten untuk membeli salah satu harta berharga para pengungsi tersebut dengan harga yang masuk akal.
"Kejadian luar biasa ini membuat pemerintah akan membeli ternak korban Merapi dengan radius 20 km dari puncak Merapi," ujarnya.
Khusus mengenai pembelian ternak, rencananya akan dilakukan mulai besok (9/11) hingga satu bulan ke depan. Pada proses pembelian tersebut, BNPB akan tetap mengedepankan prinsip akuntabilitas terkait kepemilikan ternak.



Kirim Komentar