Sebanyak tiga desa wisata dari 38 desa wisata yang ada di Kabupaten Sleman mengalami kerusakan paling serius. Ketiga desa wisata itu adalah Kinahrejo, Petung dan Gondang.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menyatakan, ketiga desa wisata yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cangkringan paling dekat dengan Gunung Merapi tersebut sebagian besar rusak secara fisik akibat terjangan awan panas Gunung Merapi.
Ketiga desa wisata tersebut memang tidak begitu banyak homestay yang ditawarkan, yakni hanya 75 homestay dengan perincian Kinahrejo 10, Petung 50 dan Gondang 15. Masing-masing homestay memiliki jumlah kamar yang berbeda-beda, antara 1 hingga 4 kamar.
"Sebelumnya, keberadaan desa wisata tersebut mampu menggerakkan perekonomian warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan warganya," ujarnya di kantornya, Rabu (10/11).
Sementara desa-desa wisata yang lain yang berada di empat kecamatan yang terkena dampak erusi Gunung Merapi yaitu di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Tempel sebagian besar terganggu aktivitasnya akibat abu vulkanik yang cukup tebal.
Selain itu, desa tersebut juga ditinggalkan oleh warganya yang telah mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, sepertinya posko pengungsian maupun ke rumah sanak saudara yang berada dalam radius aman.
Desa-desa wisata yang ditinggalkan warga masyarakatnya adalah desa wisata Pentingsari di kecamatan Cangkringan, desa wisata Sambi, Turgo, Kaliurang Timur, dan Srowolan di Kecamatan Pakem. Selain itu desa wisata Kembangarum, Dukuh, Gabugan, Kelor, Garongan, Nganggring, Tunggularum, dan Ledoknongko di kecamatan Turi, serta desa wisata Trumpon di Kecamatan Tempel.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Disbudpar Sleman, Shavitri Nurmala Dewi, menyatakan, ketiga desa wisata yang berlokasi di wilayah Kecamatan Cangkringan paling dekat dengan Gunung Merapi tersebut sebagian besar rusak secara fisik akibat terjangan awan panas Gunung Merapi.
Ketiga desa wisata tersebut memang tidak begitu banyak homestay yang ditawarkan, yakni hanya 75 homestay dengan perincian Kinahrejo 10, Petung 50 dan Gondang 15. Masing-masing homestay memiliki jumlah kamar yang berbeda-beda, antara 1 hingga 4 kamar.
"Sebelumnya, keberadaan desa wisata tersebut mampu menggerakkan perekonomian warga setempat dan meningkatkan kesejahteraan warganya," ujarnya di kantornya, Rabu (10/11).
Sementara desa-desa wisata yang lain yang berada di empat kecamatan yang terkena dampak erusi Gunung Merapi yaitu di Kecamatan Cangkringan, Pakem, Turi dan Tempel sebagian besar terganggu aktivitasnya akibat abu vulkanik yang cukup tebal.
Selain itu, desa tersebut juga ditinggalkan oleh warganya yang telah mengungsi ke tempat-tempat yang lebih aman, sepertinya posko pengungsian maupun ke rumah sanak saudara yang berada dalam radius aman.
Desa-desa wisata yang ditinggalkan warga masyarakatnya adalah desa wisata Pentingsari di kecamatan Cangkringan, desa wisata Sambi, Turgo, Kaliurang Timur, dan Srowolan di Kecamatan Pakem. Selain itu desa wisata Kembangarum, Dukuh, Gabugan, Kelor, Garongan, Nganggring, Tunggularum, dan Ledoknongko di kecamatan Turi, serta desa wisata Trumpon di Kecamatan Tempel.



Kirim Komentar