Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, menyatakan, pada Selasa, 11 November 2010, pukul 06.00 WIB, status Gunung Merapi masih tetap awas dengan ancaman berupa awan panas dan lahar dingin.
Meski demikian, intensitas dan aktivitas Gunung Merapi hari ini cenderung menurun. Terpantau tidak ada satu kalipun gempa vulkanik, guguran terjadi sebanyak 7 kali, awan panas sekali dengan tremor yang masih terus beruntun. Gempa tektonik tidak terjadi hingga Kamis.
Selama pagi hari ini hanya suara gemuruh dengan intensitas lemah yang dikeluarkan oleh gunung Merapi, hujan abu ringan terjadi pada pukul 02.10 WIB dan pukul 06.15 WIB. Pukul 03.00 WIB terlihat asap condong kea rah Barat Laut setinggi 700 meter dari puncak Merapi.
Asap berwarna hitam kecoklatan bertekanan kuat setinggi 800 m juga terlihat pada pukul 05.00 WIB. Awan panas dengan jarak luncur 3 Km ke arah Kali Gendol pada pukul 05.20 WIB teramati dari CCTV yang di pasang di Deles. Secara umum endapan lahar telah teramati di seluruh sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Secara umum Badan geologi tetap merekomendasikan agar warga segera diungsikan di luar radius 20 Km dari puncak Merapi, dan meminta agar warga tidak cepat panik menghadapi isu-isu miring yang beredar mengenai situasi gunung berapi.
Meski demikian, intensitas dan aktivitas Gunung Merapi hari ini cenderung menurun. Terpantau tidak ada satu kalipun gempa vulkanik, guguran terjadi sebanyak 7 kali, awan panas sekali dengan tremor yang masih terus beruntun. Gempa tektonik tidak terjadi hingga Kamis.
Selama pagi hari ini hanya suara gemuruh dengan intensitas lemah yang dikeluarkan oleh gunung Merapi, hujan abu ringan terjadi pada pukul 02.10 WIB dan pukul 06.15 WIB. Pukul 03.00 WIB terlihat asap condong kea rah Barat Laut setinggi 700 meter dari puncak Merapi.
Asap berwarna hitam kecoklatan bertekanan kuat setinggi 800 m juga terlihat pada pukul 05.00 WIB. Awan panas dengan jarak luncur 3 Km ke arah Kali Gendol pada pukul 05.20 WIB teramati dari CCTV yang di pasang di Deles. Secara umum endapan lahar telah teramati di seluruh sungai yang berhulu di puncak Merapi.
Secara umum Badan geologi tetap merekomendasikan agar warga segera diungsikan di luar radius 20 Km dari puncak Merapi, dan meminta agar warga tidak cepat panik menghadapi isu-isu miring yang beredar mengenai situasi gunung berapi.



Kirim Komentar