Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Syamsul Maarif menyatakan bahwa pihaknya telah mengantisipasi bahaya sekunder atau secondary impact dari bencana Gunung Merapi.
"Kami sudah mengambil langkah antisipasi kemungkinan banjir lahar yang datang dari hulu," ujarnya di Kantor Pusdlaops BNPB, Jumat (12/11).
Meurutnya, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah seperti pengerukan pasir di Kali Code. Pengerukan tersebut untuk memperlancar aliran sungai dan mengangkat pasir-pasir yang berasal dari muntahan Merapi.
Sementara itu, batuan besar muntahan Gunung Merapi tampaknya sebagian berhasil tertahan di dam sabo yang terdapat di hulu Sungai Gendol, Sungai Kuning, Sungai Boyong, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng. Di sejumlah sungai di kawasan lereng Merapi ada sekitar 200 dam sabo yang berfungsi sebagai penahan luncuran material vulkanik dalam bentuk lahar dingin.
Sebagai antisipasi dampak luapan lahar dingin tersebut, warga yang berada di tepi sungai diminta untuk tetap menjaga jarak minimal 500 meter dari pinggiran sungai.
Guna memastikan pelaksanaan pengerukan, pihaknya terjun langsung meninjau pekerjaan pengerukan di Kali Code. Setelah itu, ia meninjau sejumlah titik-titik pengungsian sementara (TPS) maupun tempat pengungsian akhir (TPA) di wilayah Kabupaten Bantul.
"Kami sudah mengambil langkah antisipasi kemungkinan banjir lahar yang datang dari hulu," ujarnya di Kantor Pusdlaops BNPB, Jumat (12/11).
Meurutnya, hingga saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah langkah seperti pengerukan pasir di Kali Code. Pengerukan tersebut untuk memperlancar aliran sungai dan mengangkat pasir-pasir yang berasal dari muntahan Merapi.
Sementara itu, batuan besar muntahan Gunung Merapi tampaknya sebagian berhasil tertahan di dam sabo yang terdapat di hulu Sungai Gendol, Sungai Kuning, Sungai Boyong, Sungai Krasak, dan Sungai Bebeng. Di sejumlah sungai di kawasan lereng Merapi ada sekitar 200 dam sabo yang berfungsi sebagai penahan luncuran material vulkanik dalam bentuk lahar dingin.
Sebagai antisipasi dampak luapan lahar dingin tersebut, warga yang berada di tepi sungai diminta untuk tetap menjaga jarak minimal 500 meter dari pinggiran sungai.
Guna memastikan pelaksanaan pengerukan, pihaknya terjun langsung meninjau pekerjaan pengerukan di Kali Code. Setelah itu, ia meninjau sejumlah titik-titik pengungsian sementara (TPS) maupun tempat pengungsian akhir (TPA) di wilayah Kabupaten Bantul.



Kirim Komentar