
Dari jumlah yang material vulkanik yang dikeluarkan hingga saat ini, Gunung Merapi mencetak rekor baru yakni dengan volume hingga mencapai 130 juta meter kubik.
"Material yang sudah dikeluarkan selama proses erupsi yang mencapai 130 juta meter kubik, menunjukkan bahwa itu merupakan jumlah terbesar yang pernah diletuskan oleh sebuah gunung berapi pada abad 19 dan 20," kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK), Badan Geologi, Kementerian Energi Sumber Daya Energi (ESDM), Subandriyo, Jumat (12/11).
Menurutnya, fakta yang ada adalah proses erupsi Gunung Merapi belum selesai. Itu bisa dilihat dari berbagai indikator, yaitu adanya hembusan gas yang masih kuat, warnanya yang pekat, masih terjadinya awan panas, dan masih terus terjadi guguran lava pijar.
Meski demikian, Subandriyo mengaku tidak bisa memprediksi dengan tepat apakah Gunung Merapi akan meletus lagi atau tidak, namun ia membenarkan bahwa Gunung Merapi masih sangat berbahaya dan sewaktu-waktu bisa saja terjadi letusah yang tidak bisa diduga sebelumnya.
Artinya, tambahnya, jika statusnya masih awas, maka tidak boleh ada warga yang melanggar ketentuan, dan rekomendasinya juga tetap, masyarakat harus berada di wilayah aman, yaitu di luar radius 20 km.
"Nanti setelah kami melakukan pengawasan dan evaluasi, serta dianggap sudah layak dan tidak berbahaya bagi masyarakat, maka statusnya pasti akan diturunkan, dan masyarakat bisa kembali ke daerahnya," paparnya.



Kirim Komentar