Staf Khusus Presiden Bidang Informasi dan Komunikasi, Heru Lelono, menyatakan bahwa saat ini Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) fokus pada tahap tanggap darurat, yaitu berusaha menyelamatkan nyawa sebanyak-banyaknya dari ancaman letusan Gunung Merapi.
"Saat ini adalah tahap tanggap darurat, sedangkan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi akan dilaksanakan setelah tahap tanggap darurat selesai dan status Awas Gunung Merapi diturunkan, serta ancaman dari terjadinya letusan Gunung Merapi sudah tidak ada lagi," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi di Yogyakarta, Jumat (12/11).
Menurutnya, acaman letusan Merapi saat ini bukan hanya lontaran batu pijar, pasir panas, awan panas dan abu vulkanik saja, namun juga gelombang lahar dingin melalui beberapa aliran sungai yang ada di lereng Merapi.
Karena itu, katanya, masyarakat yang saat ini masih ada di dalam radius 20 km dari puncak Merapi harus segera ke luar dan berada dalam radius aman sesuai yang direkomendasikan Kepala Badan Vulkanologi dan Geologi, Dr Surono, yang menyatakan bahwa radius aman saat ini adalah di luar radius 20 km dari puncak Merapi.
Ia membenarkan pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X yang menyatakan bahwa masyarakat di lereng Merapi harus berada di luar radius 20 km dari puncak Merapi yang merupakan daerah aman.
"Benar bahwa Kota Yogyakarta sangat aman, kecuali wilayah di dalam radius 20 km dari puncak Merapi," katanya.
Meurutnya, pemerintah telah menyiapkan diri untuk melaksanakan proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-letusan Merapi setelah nanti diperoleh data selengkapnya mengenai daerah terdampak.
"Saat ini adalah tahap tanggap darurat, sedangkan tahap rekonstruksi dan rehabilitasi akan dilaksanakan setelah tahap tanggap darurat selesai dan status Awas Gunung Merapi diturunkan, serta ancaman dari terjadinya letusan Gunung Merapi sudah tidak ada lagi," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi di Yogyakarta, Jumat (12/11).
Menurutnya, acaman letusan Merapi saat ini bukan hanya lontaran batu pijar, pasir panas, awan panas dan abu vulkanik saja, namun juga gelombang lahar dingin melalui beberapa aliran sungai yang ada di lereng Merapi.
Karena itu, katanya, masyarakat yang saat ini masih ada di dalam radius 20 km dari puncak Merapi harus segera ke luar dan berada dalam radius aman sesuai yang direkomendasikan Kepala Badan Vulkanologi dan Geologi, Dr Surono, yang menyatakan bahwa radius aman saat ini adalah di luar radius 20 km dari puncak Merapi.
Ia membenarkan pernyataan Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sultan Hamengku Buwono X yang menyatakan bahwa masyarakat di lereng Merapi harus berada di luar radius 20 km dari puncak Merapi yang merupakan daerah aman.
"Benar bahwa Kota Yogyakarta sangat aman, kecuali wilayah di dalam radius 20 km dari puncak Merapi," katanya.
Meurutnya, pemerintah telah menyiapkan diri untuk melaksanakan proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-letusan Merapi setelah nanti diperoleh data selengkapnya mengenai daerah terdampak.



Kirim Komentar