Pemerintah Propinsi DIY telah mempersiapkan dana bagi pemulihan pariwisata pascaerupsi Merapi. Dana tersebut nantinya akan difokuskan bagi tempat wisata yang terkena dampak langsung letusan Merapi.
"Dana tersebut akan berasal dari redesain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi DIY 2011, khusus untuk bencana Merapi," ujar Kepala Dinas Pariwisata Propinsi DIY, Tazbir, di kantornya Jl. Malioboro, Kamis (18/11).
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang memikirkan tentang inventarisasi terkait tempat pariwisata dan hotel-hotel yang terkena dampak langsung dari bencana Gunung Merapi kali ini.
"Setelah nanti didata, kami akan mencoba meminta dukungan dari pemerintah pusat. Saya harap nanti semacam Merapi Recovery," terangnya.
Meski mengaku belum bisa menentukan jumlah anggaran yang harus disiapkan, tapi pihaknya mengaku saat ini telah mempersiapkan rencana yang benar-benar harus dilakukan terkait bencana Merapi.
"Kita tunggu dulu sampai Merapi normal kembali. Setelahnya baru bisa diperkirakan tingkat kerusakan dan kerugian akibat Merapi," tuturnya.
Bencana letusan Merapi yang terjadi sejak 26 November lalu, setidaknya telah membuat sejumlah tempat wisata di wilayah Sleman tak lagi bisa dikunjungi, seperti kawasan Kaliurang, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Ullen Sentalu, dan Golf Merapi.
"Dana tersebut akan berasal dari redesain Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Propinsi DIY 2011, khusus untuk bencana Merapi," ujar Kepala Dinas Pariwisata Propinsi DIY, Tazbir, di kantornya Jl. Malioboro, Kamis (18/11).
Menurutnya, saat ini pihaknya sedang memikirkan tentang inventarisasi terkait tempat pariwisata dan hotel-hotel yang terkena dampak langsung dari bencana Gunung Merapi kali ini.
"Setelah nanti didata, kami akan mencoba meminta dukungan dari pemerintah pusat. Saya harap nanti semacam Merapi Recovery," terangnya.
Meski mengaku belum bisa menentukan jumlah anggaran yang harus disiapkan, tapi pihaknya mengaku saat ini telah mempersiapkan rencana yang benar-benar harus dilakukan terkait bencana Merapi.
"Kita tunggu dulu sampai Merapi normal kembali. Setelahnya baru bisa diperkirakan tingkat kerusakan dan kerugian akibat Merapi," tuturnya.
Bencana letusan Merapi yang terjadi sejak 26 November lalu, setidaknya telah membuat sejumlah tempat wisata di wilayah Sleman tak lagi bisa dikunjungi, seperti kawasan Kaliurang, Museum Gunungapi Merapi (MGM), Museum Ullen Sentalu, dan Golf Merapi.



Kirim Komentar