Hari ini (18/11), erupsi masih terjadi di gunung Merapi dengan intensitas yang menurun. Tercatat 19 kali gempa vulkanik terjadi, dengan lima guguran dan tremor yang beruntun.
Hingga saat ini baru satu kali awan panas terlihat muncul di puncak merapi pada pukul 03.34 WIB. Namun, hingga saat ini Merapi masih berstatus awas dengan ancaman bahaya berupa lahar dan awan panas.
Pada pukul 05.45 WIB terpantau asap solfatara berwarna putih keabuan dengan tinggi asap 1.500 meter ke arah barat daya sementara pada pukul 06.40 WIB, asap berwarna putih dengan ketinggian 250 meter condong kearah Barat kembali terpantau. Cuaca berkabut dan mendung masih menyelimuti puncak Merapi hingga siang hari ini.
Masyarakat terus dihimbau agar selalu mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pemerintah setempat terkait masalah penyelamatan diri dari ancaman bahaya gunung Merapi.
Hingga saat ini baru satu kali awan panas terlihat muncul di puncak merapi pada pukul 03.34 WIB. Namun, hingga saat ini Merapi masih berstatus awas dengan ancaman bahaya berupa lahar dan awan panas.
Pada pukul 05.45 WIB terpantau asap solfatara berwarna putih keabuan dengan tinggi asap 1.500 meter ke arah barat daya sementara pada pukul 06.40 WIB, asap berwarna putih dengan ketinggian 250 meter condong kearah Barat kembali terpantau. Cuaca berkabut dan mendung masih menyelimuti puncak Merapi hingga siang hari ini.
Masyarakat terus dihimbau agar selalu mengikuti petunjuk yang diberikan oleh pemerintah setempat terkait masalah penyelamatan diri dari ancaman bahaya gunung Merapi.



Kirim Komentar