Sebanyak 200 mahasiswa Yogyakarta, pada 24-30 November mendatang rencananya akan membersihkan Candi Borobudur yang saat ini kondisinya masih berdebu akibat abu Merapi.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Tazbir mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya memulihkan pariwisata Yogyakarta yang juga berhubungan langsung dengan Candi Budha terbesar di dunia itu.
"Saat ini dua candi kondisinya banyak dipertanyakan orang. untuk itu, kami sepakat rame-rame sekitar 200 orang datang ke Borobudur pada 24-30 November untuk membersihkan," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Senin (22/11).
Tazbir berharap industri pariwisata masih dapat berjalan dengan baik, mengingat di tahun ini masih ada dua kali event besar, yaitu perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya orang banyak berkunjung ke Yogyakarta.
"Mudah-mudahan dengan keyakinan yang kami miliki, bisa membuat pemulihan berjalan lebih cepat," harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Tazbir mengaku akan mengundang media asing, nasional dan lokal untuk datang ke Jogja, untuk dipertemukan dan diajak bersama-sama berbicara mengenai kondisi Jogja yang sebenarnya.
"Kawasan di luar zona bahaya atau 15 Km dari puncak merapi, seperti Malioboro, Tugu, Alun-alun, serta kawasan Keraton, tetap dibuka. Jarak Kota Yogyakarta cukup jauh dari puncak Merapi, yakni sekitar 40 Km," tambahnya.
Meski demikian, Tazbir tetap menyatakan dukungannya terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang secara tegas melarang siapapun, termasuk wisatawan, mendekati lereng Merapi untuk masuk zona bahaya.
"Jika diminta, kami siap membantu melarang warga yang berwisata ke lereng Merapi. Kita akui banyak wisatawan yang karena keingintahuannya nekat masuk zona bahaya. Kita juga punya patroli polisi pariwisata," tuturnya.
Nanti, lanjutnya, jika kondisi Merapi sudah benar-benar aman, pihaknya mungkina akan berpikir untuk membuat paket wisata lava Merapi. Selama ini, di kawasan lereng Merapi memang ada dikenal Lava Tour, yakni kegiatan wisata ke lokasi-lokasi tertentu bekas timbunan lava dan lahar.
"Tapi, itu nanti setelah Merapi benar-benar aman," tegasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi DIY Tazbir mengatakan, kegiatan tersebut sebagai upaya memulihkan pariwisata Yogyakarta yang juga berhubungan langsung dengan Candi Budha terbesar di dunia itu.
"Saat ini dua candi kondisinya banyak dipertanyakan orang. untuk itu, kami sepakat rame-rame sekitar 200 orang datang ke Borobudur pada 24-30 November untuk membersihkan," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Senin (22/11).
Tazbir berharap industri pariwisata masih dapat berjalan dengan baik, mengingat di tahun ini masih ada dua kali event besar, yaitu perayaan Natal dan Tahun Baru yang biasanya orang banyak berkunjung ke Yogyakarta.
"Mudah-mudahan dengan keyakinan yang kami miliki, bisa membuat pemulihan berjalan lebih cepat," harapnya.
Pada kesempatan tersebut, Tazbir mengaku akan mengundang media asing, nasional dan lokal untuk datang ke Jogja, untuk dipertemukan dan diajak bersama-sama berbicara mengenai kondisi Jogja yang sebenarnya.
"Kawasan di luar zona bahaya atau 15 Km dari puncak merapi, seperti Malioboro, Tugu, Alun-alun, serta kawasan Keraton, tetap dibuka. Jarak Kota Yogyakarta cukup jauh dari puncak Merapi, yakni sekitar 40 Km," tambahnya.
Meski demikian, Tazbir tetap menyatakan dukungannya terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang secara tegas melarang siapapun, termasuk wisatawan, mendekati lereng Merapi untuk masuk zona bahaya.
"Jika diminta, kami siap membantu melarang warga yang berwisata ke lereng Merapi. Kita akui banyak wisatawan yang karena keingintahuannya nekat masuk zona bahaya. Kita juga punya patroli polisi pariwisata," tuturnya.
Nanti, lanjutnya, jika kondisi Merapi sudah benar-benar aman, pihaknya mungkina akan berpikir untuk membuat paket wisata lava Merapi. Selama ini, di kawasan lereng Merapi memang ada dikenal Lava Tour, yakni kegiatan wisata ke lokasi-lokasi tertentu bekas timbunan lava dan lahar.
"Tapi, itu nanti setelah Merapi benar-benar aman," tegasnya.



Kirim Komentar