
Hingga saat ini, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) masih menetapkan bahwa Gunung Merapi tetap berstatus Awas dengan ancaman berupa awan panas dan lahar.
"Masih terjadi satu kali gempa vulkanik, 15 kali gempa Multi Phase, tiga kali gempa guguran disertai tremor yang beruntun. Gempa tektonik terjadi dua kali pada Selasa," ujar Kepala PVMBG Sukhyar, Selasa (23/11).
Asap berwarna putih keabuan hingga putih kecoklatan bertekanan sedang dengan tinggi 600 meter ke arah Barat Laut, Barat hingga Barat Daya terus terpantau hingga saat ini.
Secara umum endapan lahar telah terpantau di semua sungai yang berhulu di Merapi, oleh karena itu PVMBG merekomendasikan supaya kegiatan masyarakat yang berada pada jarak 300 meter dari bibir sungai ditiadakan.



Kirim Komentar