Sosial Ekonomi

147 Bangkai Ternak Telah Dibakar

Oleh : Dude / Senin, 00 0000 00:00

Hingga hari ini, sebanyak 147 ternak yang mati di Sleman telah dibakar. Pada hari kedua Selasa (23/11) dibakar sebanyak 100 ekor di desa Serunen, Kecamatan Cangkringan, Sleman Yogyakarta. Sedangkan pada hari Senin (22/11) telah dibakar 47 ekor ternak.

Kepala Dinas Pertanian DI Yogyakarta Nanang Suwandi menuturkan, saat ini, jumlah hewan ternak sapi yang mati adalah sebanyak 2.395 ekor sapi, yang berada di tiga wilayah Kecamatan di Sleman Yogyakarta.

"Dari jumlah tersebut tidak diketahui berapa jumlah hewan yang mati akibat tertimpa rumah dan kandang sapi," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Rabu (24/11).

Menurutya, pihaknya akan melakukan tiga hal setelah membakar hewan-hewan tersebut yakni mengubur, membakar, dan menyemprot hewan dengan prebiotik.

"Pembakaran dilakukan di lokasi dimana sapi ditemukan mati. Sedangkan yang penyemprotan dilakukan dengan mengurai ternak yang mati menjadi tulang belulang. Proses ini butuh waktu dua hingga tiga minggu," terangnya.

Prebotik, tambahnya, adalah senyawa yang bisa mengurai kemudian setelah itu diberi kapur. Untuk satu hewan butuh 16 kg kapur, sehingga hewan yang mati menjadi tidak bau, namun membutuhkan waktu 2 hingga 3 minggu hingga proses akhir.

Sementara itu, Koordinator Lapangan Pengendalian Penyakit Menular dr. Triwahana Adiwijaya mengatakan, tindakan pembakaran hewan yang sudah mati adalah cara yang paling mudah, karena bahan bakarnya ada, seperti kayu-kayu dari kandang sudah tersedia, sedangkan tindakan dengan penguburan bangkai sekarang ini tidak memungkinkan.

Menurut Triwahana, pada hari kedua sejak pukul 09.00 WIB hingga 14.00 WIB pihaknya telah membakar di 25 titik per rumah dan diperkirakan setiap rumah ada empat hewan sapi yang mati, sehingga hari ini sudah 100 hewan mati yang telah dibakar.

Kesulitan di lapangan adalah bangkainya terselip di puing-puing kandang dan ini membutuhkan waktu untuk membongkarnya, sedangkan tenaga yang idealnya adalah 10 tim, setiap tim butuh lima orang tenaga. "Saat ini kami baru punya dua tim sebagai pioner," tuturnya.

"Resiko dari hewan ternak mati yang sudah lama terbengkalai adalah banyaknya belatung pada bangkai hewan tersebut, kemudian lalat datang, lalu terbang masuk rumah, dan biasanya membawa efek penyakit kolera," pungkasnya.

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini