Pemerintah Propinsi DIY mempersiapkan sebanyak 70 titik pengungsian untuk mengantisipasi ancaman banjir lahar dingin akibat hujan di hulu sungai yang berada di Gunung Merapi.
"Tempat pengungsiannya adalah di sekitar daerah mereka tinggal yang tempatnya lebih tinggi dari kali, misalnya di balai desa," ujar Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pembangunan Bayudono.
Bayudono mengaku pada saat ini tidak mengetahui secara persis kondisi Gunung Merapi. Jenis lahar yang menumpuk di atas gunung berbeda-beda, sehingga kalau terjadi curah hujan dengan intensitas 30 milimeter perjam bisa saja mengancam. Longsoran pasir yang ada atau endapan pasir di atas bisa turun.
"Karena sekarang saya tidak tahu struktur sedimen di atas, maka kita sudah harus siap. Kita berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Dalam artian akibat hujan sedikitpun bisa longsor, jangan sampai kita lengah," katanya.
Lebih lanjut Bayudono menjelaskan langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi datangnya banjir lahar dingin adalah dengan melakukan penyusunan rencana kontijensi menghadapi bencana dengan langkah-langkah identifikasi titik kritis, dimana kemungkinan akan terjadi longsoran tebing.
Kemudian, dicermati pula titik-titik yang kemungkinan air melimpah, lokasi mana saja yang akan tergenangi oleh air dan lumpur limpahan sungai. Termasuk pula bangunan apa saja yang akan terkena oleh banjir lahar tersebut.
"Kita harus tahu apa yang akan dikerjakan, misalnya terkait dengan terjadinya banjir lahar dingin, dimana titik pengungsian, kemudian kita juga harus siap bahan untuk menahan banjir, yaitu persiapan karung pasir," jelasnya. Pohon tumbang yang menghalang sungai juga harus diantisipasi agar tidak menghambat arus air dan lahar.
Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan masyarakat yang berada di sekitar arus lahar dingin. Nanti, masyarakat juga akan dibantu oleh pihak PU, kepolisian dan TNI juga harus dilibatkan.
Pihaknya masih menghitung anggaran untuk kontijensi bencana lahar ini. Sedangkan anggaran yang ada saat ini lebih diarahkan untuk penanganan pengungsi. "Jadi kita tidak bisa menghitung dengan perkiraan, misalnya jembatan yang roboh berapa biayanya," pungkasnya.
"Tempat pengungsiannya adalah di sekitar daerah mereka tinggal yang tempatnya lebih tinggi dari kali, misalnya di balai desa," ujar Staf Ahli Gubernur DIY Bidang Pembangunan Bayudono.
Bayudono mengaku pada saat ini tidak mengetahui secara persis kondisi Gunung Merapi. Jenis lahar yang menumpuk di atas gunung berbeda-beda, sehingga kalau terjadi curah hujan dengan intensitas 30 milimeter perjam bisa saja mengancam. Longsoran pasir yang ada atau endapan pasir di atas bisa turun.
"Karena sekarang saya tidak tahu struktur sedimen di atas, maka kita sudah harus siap. Kita berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Dalam artian akibat hujan sedikitpun bisa longsor, jangan sampai kita lengah," katanya.
Lebih lanjut Bayudono menjelaskan langkah yang akan diambil untuk mengantisipasi datangnya banjir lahar dingin adalah dengan melakukan penyusunan rencana kontijensi menghadapi bencana dengan langkah-langkah identifikasi titik kritis, dimana kemungkinan akan terjadi longsoran tebing.
Kemudian, dicermati pula titik-titik yang kemungkinan air melimpah, lokasi mana saja yang akan tergenangi oleh air dan lumpur limpahan sungai. Termasuk pula bangunan apa saja yang akan terkena oleh banjir lahar tersebut.
"Kita harus tahu apa yang akan dikerjakan, misalnya terkait dengan terjadinya banjir lahar dingin, dimana titik pengungsian, kemudian kita juga harus siap bahan untuk menahan banjir, yaitu persiapan karung pasir," jelasnya. Pohon tumbang yang menghalang sungai juga harus diantisipasi agar tidak menghambat arus air dan lahar.
Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana menyiapkan masyarakat yang berada di sekitar arus lahar dingin. Nanti, masyarakat juga akan dibantu oleh pihak PU, kepolisian dan TNI juga harus dilibatkan.
Pihaknya masih menghitung anggaran untuk kontijensi bencana lahar ini. Sedangkan anggaran yang ada saat ini lebih diarahkan untuk penanganan pengungsi. "Jadi kita tidak bisa menghitung dengan perkiraan, misalnya jembatan yang roboh berapa biayanya," pungkasnya.



Kirim Komentar