Hingga Jumat (26/11), barang yang masih berada di Posko Merapi Stasiun Tugu, Yogyakarta sebanyak 72 koli atau karung dan 453 dus. Barang tersebut terdiri dari 200 dus pakaian, makanan 182 dus, serta pembalut dan alat mandi obat yang tergabung dalam 71 dus.
Terkait hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta mempersilakan masyarakat yang merasa mendapatkan kiriman bantuan melalui Posko Stasiun Tugu untuk mengambilnya.
"Kami menunggu saudara-saudara kita untuk mengambil paket kiriman bantuan. Paket yang masih tertinggal itu masih ada alamatnya, jadi kami tidak berani mengutak-atik," ujar Kepala Humas PT KA Daops VI Yogyakarta Eko Budiyanto di kantornya, Jumat (26/11).
Sementara untuk barang bantuan yang tertulis atas nama pengirim dan penerima dengan lengkap, jika dalam waktu tiga dikonfirmasi oleh posko mengkonfirmasi pemiliknya, namun tidak diambil, maka pihak posko PT KA akan menyerahkan bantuan tersebut ke posko umum.
Sementara itu, sebagai wujud kepedulian, PT KA membentuk Posko Merapi di sembilan Daops yang tersebar di Pulau Jawa, antara lain, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya dan Jember.
Dari sembilan posko tersebut PT KAI memberikan fasilitas gratis pengiriman barang bantuan menuju Yogyakarta mengunakan gerbong barang dengan kapasitas angkut sekali jalan 10 ton.
Dari Posko Daops I Jakarta, telah dikirimkan sebanyak 3.353 koli dan 12.273 paket per dus barang bantuan menuju stasiun Tugu Yogyakarta. Sedangkan dari daops selain Jakarta, mencapai 317 koli dan 605 paket per dus, sehingga totalnya mencapai 3.598 koli serta 12.635 dus.
PT KA juga memberikan layanan gratis kepada para korban bencana merapi untuk mengunakan jasa kereta api untuk keluar dari Yogyakarta menggunakan kelas ekonomi.
"Untuk menggunakan tiket gratis itu, calon penumpang cukup menyerahkan fotokopi kartu identitas resmi yang menunjukkan asal dari daerah sekitar rawan bencana Merapi," tambahnya.
Kereta api diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan, Wates dan Klaten sejak Minggu (7/11). Sudah tercatat hingga hari ini sebanyak 462 orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Pelayanan pengiriman paket bantuan gratis dan tiket KA gratis akan berlangsung hingga 30 November 2010.
Terkait hal tersebut, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daops) VI Yogyakarta mempersilakan masyarakat yang merasa mendapatkan kiriman bantuan melalui Posko Stasiun Tugu untuk mengambilnya.
"Kami menunggu saudara-saudara kita untuk mengambil paket kiriman bantuan. Paket yang masih tertinggal itu masih ada alamatnya, jadi kami tidak berani mengutak-atik," ujar Kepala Humas PT KA Daops VI Yogyakarta Eko Budiyanto di kantornya, Jumat (26/11).
Sementara untuk barang bantuan yang tertulis atas nama pengirim dan penerima dengan lengkap, jika dalam waktu tiga dikonfirmasi oleh posko mengkonfirmasi pemiliknya, namun tidak diambil, maka pihak posko PT KA akan menyerahkan bantuan tersebut ke posko umum.
Sementara itu, sebagai wujud kepedulian, PT KA membentuk Posko Merapi di sembilan Daops yang tersebar di Pulau Jawa, antara lain, Jakarta, Bandung, Cirebon, Semarang, Purwokerto, Yogyakarta, Madiun, Surabaya dan Jember.
Dari sembilan posko tersebut PT KAI memberikan fasilitas gratis pengiriman barang bantuan menuju Yogyakarta mengunakan gerbong barang dengan kapasitas angkut sekali jalan 10 ton.
Dari Posko Daops I Jakarta, telah dikirimkan sebanyak 3.353 koli dan 12.273 paket per dus barang bantuan menuju stasiun Tugu Yogyakarta. Sedangkan dari daops selain Jakarta, mencapai 317 koli dan 605 paket per dus, sehingga totalnya mencapai 3.598 koli serta 12.635 dus.
PT KA juga memberikan layanan gratis kepada para korban bencana merapi untuk mengunakan jasa kereta api untuk keluar dari Yogyakarta menggunakan kelas ekonomi.
"Untuk menggunakan tiket gratis itu, calon penumpang cukup menyerahkan fotokopi kartu identitas resmi yang menunjukkan asal dari daerah sekitar rawan bencana Merapi," tambahnya.
Kereta api diberangkatkan dari Stasiun Lempuyangan, Wates dan Klaten sejak Minggu (7/11). Sudah tercatat hingga hari ini sebanyak 462 orang yang menggunakan fasilitas tersebut. Pelayanan pengiriman paket bantuan gratis dan tiket KA gratis akan berlangsung hingga 30 November 2010.



Kirim Komentar