Dinas Sosial Propinsi DIY mengupayakan pemenuhan kebutuhan korban letusan Gunung Merapi di hunian sementara (huntara) untuk lebih berfokus pada pemberdayaan masyarakat. Upaya pemberdayaan tersebut akan dilakukan dengan menggali potensi masing-masing kabupaten.
Kepala Dinas Sosial Propinsi DIY Sulistyo mengatakan pihaknya bekerjasama dengan berbagai instansi untuk membentuk kelompok usaha bersama. Kelompok itu akan dibentuk melali kerjasama dengan instansi lain seperti Dinas Perikanan dll.
"Selain itu, kami juga sudah menyiapkan 180 ton beras, kebutuhan tempat tidur, dapur, peralatan mandi dan peralatan untuk hidup lainnya," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (2/12).
Menurutnya, distribusi segala kebutuhan logistik dilakukan bersama lurah dan camat setempat di kabupaten yang telah ditetapkan sebagai titik-titik pembangunan huntara.
Sementara itu, saat ini pihaknya juga telah melakukan upaya perlindungan anak. Program tersebut di bawah koordinasi Sekretariat Bersama se-DIY bersama instansi terkait seperti UNICEF dan berbagai yayasan bidang perlindungan anak.
Sulistyo menamnbahkan bahwa ada data lima anak kehilangan orangtua yang sekarang masih tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Anak. Mereka akan terus dirawat sampai ditemukan kembali dengan orangtuanya.
Sampai saat ini, Dinas Sosial masih melakukan pendataan anak di pengungsian, agar kebutuhan mereka bisa diketahui dan dipenuhi. Hal lain yang dilakukan Dinas Sosial adalah upaya perlindungan lansia.
"Relawan dilatih dalam pendampingan lansia. Lansia DIY yang mendapatkan jaminan sosial sebanyak 600 orang. Mereka mendapatkan 300 ribu perbulan. Dinas Sosial akan mendata lansia korban bencana di Sleman yang diperkirakan ada sebanyak 200 orang," paparnya.
Kepala Dinas Sosial Propinsi DIY Sulistyo mengatakan pihaknya bekerjasama dengan berbagai instansi untuk membentuk kelompok usaha bersama. Kelompok itu akan dibentuk melali kerjasama dengan instansi lain seperti Dinas Perikanan dll.
"Selain itu, kami juga sudah menyiapkan 180 ton beras, kebutuhan tempat tidur, dapur, peralatan mandi dan peralatan untuk hidup lainnya," ujarnya di Yogyakarta, Kamis (2/12).
Menurutnya, distribusi segala kebutuhan logistik dilakukan bersama lurah dan camat setempat di kabupaten yang telah ditetapkan sebagai titik-titik pembangunan huntara.
Sementara itu, saat ini pihaknya juga telah melakukan upaya perlindungan anak. Program tersebut di bawah koordinasi Sekretariat Bersama se-DIY bersama instansi terkait seperti UNICEF dan berbagai yayasan bidang perlindungan anak.
Sulistyo menamnbahkan bahwa ada data lima anak kehilangan orangtua yang sekarang masih tinggal di Rumah Perlindungan Sosial Anak. Mereka akan terus dirawat sampai ditemukan kembali dengan orangtuanya.
Sampai saat ini, Dinas Sosial masih melakukan pendataan anak di pengungsian, agar kebutuhan mereka bisa diketahui dan dipenuhi. Hal lain yang dilakukan Dinas Sosial adalah upaya perlindungan lansia.
"Relawan dilatih dalam pendampingan lansia. Lansia DIY yang mendapatkan jaminan sosial sebanyak 600 orang. Mereka mendapatkan 300 ribu perbulan. Dinas Sosial akan mendata lansia korban bencana di Sleman yang diperkirakan ada sebanyak 200 orang," paparnya.



Kirim Komentar