Sosial Ekonomi

Petani Akan Peroleh Bantuan Ternak

Oleh : Admin / Senin, 00 0000 00:00

Kementerian Pertanian mendata ada 2.907 warga di lereng Merapi yang akan menerima bantuan sosial berupa hewan ternak sehat. Mereka adalah warga yang ternaknya mati akibat bencana Gunung Merapi.

"Ternak yang dijual kepada pemerintah akan dibansoskan kepada peternak yang ternaknya mati. Penggantian ternak yang mati dananya diambil dari APBN 2011 Kementerian Pertanian," kata Dirjen Peternakan dan Kesehatan Ternak Kementerian Pertanian Prabowo.

Sebelumnya, pemerintah telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk membeli ternak masih hidup milik warga. Ternak yang sehat akan dibagikan lagi kepada warga yang ternaknya mati. Sedangkan ternak yang sakit, akan disehatkan terlebih dahulu. Sementara jumlah ternak yang sudah dibeli tidak mencukupi untuk dibagikan, maka pemerintah akan memenuhi kebutuhan tersebut dari APBN 2011.

Prabowo mengatakan pemerintah telah membentuk struktur organisasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yang melibatkan seluruh eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertanian. Di lapangan, ada tim rehabilitasi untuk menghitung berapa kerugian petani.

Pemerintah sudah menghitung jumlah anggaran per kabupaten yang harus dikeluarkan dan akan dicairkan hari ini. Hasil pendataan akhir dari tim di lapangan, ternak yang akan dijual sampai hari ini sebanyak 3.881 ekor.

Menurutnya. petani akhir-akhir ini sebenarnya menghendaki ternak tidak dijual, karena melihat kondisi Merapi yang mulai membaik. Di samping itu, didata pula 414 ekor ternak yang djual sendiri oleh pemiliknya.

"Kebijakan pemerintah pusat pembelian ternak hidup. Untuk ternak mati akan kita prioritaskan mendapat bansos. Terkait harga ternak, telah ditetapkan dengan keputusan Menteri Pertanian. Ternak potong jantan Rp 22.000 per kg berat hidup, betina tidak produktif Rp 20.000 per kg berat hidup, pedhet (anak sapi) Rp 2.5-5jt per ekor, ternak dara Rp 7 jt per ekor, betina bunting Rp 9 jt per ekor dan sapi perah laktasi (produktif) Rp 10 jt per ekor," tuturnya.

Sementara itu, Idha Cahayati, Ketua Tim Identifikasi Ternak Korban Merapi, dalam kesempatan yang sama, menjelaskan ada tim identifikasi untuk mengidentifikasi ternak di lapangan. Sapi didiagnosa oleh dokter hewan. Kondisi sakit ternak seperti apa, apakah bisa disembuhkan atau tidak atau masih baik.

"Dari diagnosa bisa ditentukan harga ternak dan pada dasarnya peternak tidak dirugikan, meski sakit akan dibeli dengan harga sehat," paparnya.

Tambahnya, bentuk identifikasi ada dua yakni kondisi akut yang masih bisa diobati dan kronis di ambang mati. Divisi evakuasi akan mencari obat untuk kondisi akut dan kronis jika jaringan pada ternak mati.

Menurut Idha, pendataan sapi perah mudah karena ada kelompok petani. Tidak demikian dengan pendataan ternak yang mati karena awan panas. Butuh surat pernyataan sebagai pakta integritas tentang kebenaran data yang akan ditandatangani oleh pemilik ternak, saksi, aparat desa dan dinas setempat.

"Ini bukan main-main. Tanda tangan di atas meterai. Jika suatu saat data ternyata tidak benar maka petani akan dituntut," terangnya seraya mengatakana bahwa terkait ternak yang sakit, pemerintah akan menyumbangkannya ke universitas atau perguruan tinggi untuk bahan penelitian. 

0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM




    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini