
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Merapi dari Awas menjadi Siaga sejak tanggal sejak Jumat (3/12) pukul 09.00 WIB.
"Hari ini saya menurunkan status kegiatan Gunung Merapi berdasarkan pemantauan terus-menerus hingga 2 Desember 2010, meliputi pemantauan instrumental dan visual," ujar Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Surono di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Jumat (3/11).
Menurutya, energi harian dari kegempaan sangat menurun, spektrum tremor dibanding sebelum dan saat letusan besar, dinamikanya menurun ke arah stabil.
"Kembang kempis gunung dilihat dari pengaruh magma dalam, ternyata hasil beberapa kali pengukuran tidak menunjukkan akan meletus lebih hebat dari letusan-letusan sebelumnya," terangnya.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menegaskan ada dua ancaman dari Merapi, yaitu awan panas dan lahar dingin.
"Kami masih tetap melakukan kegiatan tanggap darurat untuk mempermudah pelayanan bagi masyarakat. Kita harus tetap waspada, karena perilaku Merapi ini berbeda, seperti kubah lava yang tidak menutup dan sewaktu-waktu bisa mengancam. Begitu juga daerah-daerah aliran sungai," tegasnya.



Kirim Komentar