
Meski status aktivitas Merapi diturunkan menjadi Siaga sejak Jumat (3/12) pukul 09.00 WIB, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) tetap mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan mengeluarkan lima rekomendasi.
Kepala PVMBG Surono menyatakan, yang pertama adalah bahwa tidak boleh ada kegiatan di sekitar Gunung Merapi di kawasan Rawan Bencana (KRB) 3, yaitu pada radius 2.5 km dari puncak Merapi untuk seluruh sektor.
"Saat ini masih ada erupsi yang tidak hanya ke arah selatan seperti biasanya, tapi juga ke arah vertikal. Lebih khususnya lagi, di wilayah Kecamatan Cangkringan, Ngemplak dan Pakem Kabupaten Sleman, agar lebih waspada," ujarnya di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Jumat (3/12).
Kedua, lanjutnya, lahar dingin di wilayah 300 meter dari bibir sungai yang berhulu di Merapi agar masyarakat tidak diperkenankan beraktivitas. Ketiga, pemerintah daerah agar mengubah tata ruang dengan mengacu peta rawan hujan abu Merapi. Keempat, jika terjadi penurunan atau peningkatan aktivitas Gunung Merapi, maka status akan dinaikkan atau diturunkan, karena pembangunan tanpa analisis risiko bisa menimbulkan bencana.
"Sedangkan yang kelima, masyarakat jangan terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya dan mengikuti aparat setempat, menanyakan ke pos pengamatan gunung merapi setempat atau menanyakan langsung ke Kantor Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian (BPPTK) dengan telepon 0274-514280. Pemda agar dapat mensosialisasikan rekomendasi ini ke wilayah masing-masing," terangnya.
Kejadian awan panas dan energi harian dari kegempaan yang berkurang menunjukkan penurunan bahaya Merapi. Sedangkan pengaruh magma dalam juga tidak menunjukkan akan adanya letusan yang lebih besar. Kemudian, dari pemantauan visual dengan CCTV dari Ketep dan Manisrenggo memang sering tertutup kabut, tetapi masih ada asap dari kawah Gunung Merapi.



Kirim Komentar