Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Sleman merencanakan pembangunan enam shelter school di Kecamatan Cangkringan dan Pakem Kabupaten Sleman untuk menampung 1.072 siswa dari sembilan Sekolah Dasar (SD).
Pembangunan shelter tersebut untuk menangani proses belajar mengajar siswa yang terkena korban merapi.
"Pembangunan shelter sangat perlu, sekitar 50 persen sekolah di Cangkringan rusak berat. Jelas mereka butuh tempat yang nyaman untuk proses belajar mengajar. Kondisi sekolah 9 SD tersebut kebanyakan rusak berat dan tertimbun pasir," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Sleman Suyamsih di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Senin (6/12).
Lokasi enam shelter tersebut, Shelter School di Banjar Glagaharjo untuk 169 siswa SD Glagaharjo dan 155 siswa SD Srunen, Shelter School di Pagerjurang Kepuharjo untuk 95 siswa SD Petung dan 128 siswa SD Batur, Shelter School di Plosokerep Umbulharjo untuk 97 siswa SD Pangukrejo, Shelter School di Gondangpusung Wukirsari untuk 86 siswa SD Gungan, Shelter School di Kuwang untuk 157 siswa SD Bronggang Baru 98 siswa SD Cangkringan I dan 87 siswa SD Cangkringan II.
Suyamsih mengatakan tiap satu unit shelter SD akan mendapatkan fasilitas enam ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang tempat penyimpanan bahan pelajaran, 7 unit MCK, meja kursi siswa 32 set per kelas, meja kursi guru 12 set, papan tulis sembilan unit, almari delapan buah, rak buku tiga buah, satu unit komputer, satu unit mesin ketik dan buku teks.
"Shelter tersebut harus memiliki standar kelayakan untuk proses belajar mengajar, yaitu memiliki ruang seluas 56 meter persegi, meja, kursi lengkap serta jarak antar kelas 30 meter untuk mengurangi kebisingan," paparnya.
Pembangunan shelter tersebut untuk menangani proses belajar mengajar siswa yang terkena korban merapi.
"Pembangunan shelter sangat perlu, sekitar 50 persen sekolah di Cangkringan rusak berat. Jelas mereka butuh tempat yang nyaman untuk proses belajar mengajar. Kondisi sekolah 9 SD tersebut kebanyakan rusak berat dan tertimbun pasir," ujar Kepala Disdikpora Kabupaten Sleman Suyamsih di Media Center Tanggap Darurat Bencana Merapi Yogyakarta, Senin (6/12).
Lokasi enam shelter tersebut, Shelter School di Banjar Glagaharjo untuk 169 siswa SD Glagaharjo dan 155 siswa SD Srunen, Shelter School di Pagerjurang Kepuharjo untuk 95 siswa SD Petung dan 128 siswa SD Batur, Shelter School di Plosokerep Umbulharjo untuk 97 siswa SD Pangukrejo, Shelter School di Gondangpusung Wukirsari untuk 86 siswa SD Gungan, Shelter School di Kuwang untuk 157 siswa SD Bronggang Baru 98 siswa SD Cangkringan I dan 87 siswa SD Cangkringan II.
Suyamsih mengatakan tiap satu unit shelter SD akan mendapatkan fasilitas enam ruang kelas, satu ruang guru, satu ruang tempat penyimpanan bahan pelajaran, 7 unit MCK, meja kursi siswa 32 set per kelas, meja kursi guru 12 set, papan tulis sembilan unit, almari delapan buah, rak buku tiga buah, satu unit komputer, satu unit mesin ketik dan buku teks.
"Shelter tersebut harus memiliki standar kelayakan untuk proses belajar mengajar, yaitu memiliki ruang seluas 56 meter persegi, meja, kursi lengkap serta jarak antar kelas 30 meter untuk mengurangi kebisingan," paparnya.



Kirim Komentar