Sejumlah warga yang mengatasnamakan Forum Rakyat Korban Merapi (Forkom) yang menuntut janji-janji pemerintah terkait ternak, huntara dan kebijakan lainnya yang mereka baca di media massa. Mereka merasa tidak dilibatkan dalam pengambilan kebijakan.
"Kami belum mendapatkan ganti rugi ternak mereka yang mati ataupun yang masih hidup dari pemerintah," ujar perwakilan pengunjukrasa dalam orasinya, Gianto.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membeli ternak warga yang masih hidup. Sedangkan untuk ternak yang mati, akan mendapat bantuan sosial (bansos) berupa ternak hidup dari Kementerian Pertanian.
"Warga yang memiliki ternak mati akan mendapatkan bansos ternak hidup. Tugas itu sudah diserahkan kepada pemerintah daerah," jelas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mendata ada 2.907 warga di lereng Merapi yang akan menerima bansos berupa hewan ternak sehat. Mereka adalah warga yang ternaknya mati akibat bencana Gunung Merapi.
Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Ternak Kementerian Pertanian Prabowo dalam konferensi pers di Media Centger beberapa waktu lalu, mengatakan ternak yang dijual kepada pemerintah akan dibansoskan kepada peternak yang ternaknya mati. Penggantian ternak yang mati dananya diambil dari APBN 2011 Kementerian Pertanian.
"Pemerintah telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk membeli ternak masih hidup milik warga. Ternak yang sehat akan dibagikan lagi kepada warga yang ternaknya mati. Sedangkan ternak yang sakit, akan disehatkan terlebih dahulu," ujarnya.
Pemerintah telah membentuk struktur organisasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yang melibatkan seluruh eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertanian.
Di lapangan, ada tim rehabilitasi untuk menghitung berapa kerugian petani. Pemerintah tidak akan memberikan ternak sakit kepada penerima bansos. Jika ternak yang dibeli dari warga ada yang sakit, maka akan disembuhkan dulu.
"Pemerintah sudah menghitung jumlah anggaran per kabupaten yang harus dikeluarkan dan akan dicairkan hari ini," tuturnya.
Hasil pendataan akhir dari tim di lapangan, ternak yang akan dijual sebanyak 3.881 ekor. Petani akhir-akhir ini sebenarnya menghendaki ternak tidak dijual, karena melihat kondisi Merapi yang mulai membaik. Di samping itu, didata pula 414 ekor ternak yang dijual sendiri oleh pemiliknya.
"Kami belum mendapatkan ganti rugi ternak mereka yang mati ataupun yang masih hidup dari pemerintah," ujar perwakilan pengunjukrasa dalam orasinya, Gianto.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif menyatakan bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan membeli ternak warga yang masih hidup. Sedangkan untuk ternak yang mati, akan mendapat bantuan sosial (bansos) berupa ternak hidup dari Kementerian Pertanian.
"Warga yang memiliki ternak mati akan mendapatkan bansos ternak hidup. Tugas itu sudah diserahkan kepada pemerintah daerah," jelas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Syamsul Maarif.
Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mendata ada 2.907 warga di lereng Merapi yang akan menerima bansos berupa hewan ternak sehat. Mereka adalah warga yang ternaknya mati akibat bencana Gunung Merapi.
Sementara itu Dirjen Peternakan dan Kesehatan Ternak Kementerian Pertanian Prabowo dalam konferensi pers di Media Centger beberapa waktu lalu, mengatakan ternak yang dijual kepada pemerintah akan dibansoskan kepada peternak yang ternaknya mati. Penggantian ternak yang mati dananya diambil dari APBN 2011 Kementerian Pertanian.
"Pemerintah telah menganggarkan Rp 100 miliar untuk membeli ternak masih hidup milik warga. Ternak yang sehat akan dibagikan lagi kepada warga yang ternaknya mati. Sedangkan ternak yang sakit, akan disehatkan terlebih dahulu," ujarnya.
Pemerintah telah membentuk struktur organisasi untuk rehabilitasi dan rekonstruksi yang melibatkan seluruh eselon 1 di lingkungan Kementerian Pertanian.
Di lapangan, ada tim rehabilitasi untuk menghitung berapa kerugian petani. Pemerintah tidak akan memberikan ternak sakit kepada penerima bansos. Jika ternak yang dibeli dari warga ada yang sakit, maka akan disembuhkan dulu.
"Pemerintah sudah menghitung jumlah anggaran per kabupaten yang harus dikeluarkan dan akan dicairkan hari ini," tuturnya.
Hasil pendataan akhir dari tim di lapangan, ternak yang akan dijual sebanyak 3.881 ekor. Petani akhir-akhir ini sebenarnya menghendaki ternak tidak dijual, karena melihat kondisi Merapi yang mulai membaik. Di samping itu, didata pula 414 ekor ternak yang dijual sendiri oleh pemiliknya.



Kirim Komentar