Sebanyak tujuh pintu dalam keadaan rusak dipampang di tujuh titik di sejumlah jalan di Jogja seperti Jl. Laksda Adisucipto (pertigaan Janti), Jalan Jendral Sudirman (Tugu), Jalan Munggur, Jalan Magelang, dan Perempatan Ring Road Jalan Kaliurang.
Pintu bekas rumah korban Merapi itu sengaja dipajang oleh panitia The Parade 2010 sebagai usaha kreatif sekaligus untuk publikasi kegiatan festival clothing tahunan itu.
Humas The Parade 2010, Annisa Sekar Pratiwi mengatakan, pintu-pintu tersebut milik seorang korban Merapi yaitu Sutris yang tinggal di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Rumahnya hancur diterjang wedhus gembel 5 November 2010.
"Sebelumnya kami pergi ke Cangkringan dan mengambil langsung benda-benda yang hancur akibat letusan Merapi," ujarnya.
Dengan menghadrikan benda-benda korban Merapi terebut, panitia The Parade ingin agar berempati terhadap korban Merapi. Selain itu, mereka juga akan menggelar acara amal dengan menyisihkan sebanyak 20 persen dari harga tiket bagi korban Merapi.
"Nanti juga akan ada pin seharga Rp 5 ribu untuk amal," paparnya. Seluruh hasil penjualan pin, lelang, dan penyisihan 20 persen harga tiket akan disumbangkan untuk korban Merapi.
Sepertinya, media reklame berupa pintu bekas rumah korban Merapi itu mampu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Selain eye catching, pintu lusuh yang tak lagi utuh itu dipasang di tempat-tempat yang strategis.
Pintu bekas rumah korban Merapi itu sengaja dipajang oleh panitia The Parade 2010 sebagai usaha kreatif sekaligus untuk publikasi kegiatan festival clothing tahunan itu.
Humas The Parade 2010, Annisa Sekar Pratiwi mengatakan, pintu-pintu tersebut milik seorang korban Merapi yaitu Sutris yang tinggal di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Sleman. Rumahnya hancur diterjang wedhus gembel 5 November 2010.
"Sebelumnya kami pergi ke Cangkringan dan mengambil langsung benda-benda yang hancur akibat letusan Merapi," ujarnya.
Dengan menghadrikan benda-benda korban Merapi terebut, panitia The Parade ingin agar berempati terhadap korban Merapi. Selain itu, mereka juga akan menggelar acara amal dengan menyisihkan sebanyak 20 persen dari harga tiket bagi korban Merapi.
"Nanti juga akan ada pin seharga Rp 5 ribu untuk amal," paparnya. Seluruh hasil penjualan pin, lelang, dan penyisihan 20 persen harga tiket akan disumbangkan untuk korban Merapi.
Sepertinya, media reklame berupa pintu bekas rumah korban Merapi itu mampu menarik perhatian pengguna jalan yang melintas. Selain eye catching, pintu lusuh yang tak lagi utuh itu dipasang di tempat-tempat yang strategis.



Kirim Komentar