Universitas Gadjah Mada dan Pemerintah Provinsi DIY, didukung oleh Kmentrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) akan menyelenggarakan konferensi pemuda tingkat internasional di Yogyakarta. Konferensi dengan tajuk "International Youth Conference 2011" (IYC 2011) ini akan diselenggarakan di Hotel Saphir, Yogyakarta pada tanggal 20-25 Februari 2011. Pada tahun ini tema yang akan menjadi highlight selama konferensi berlangsung adalah "Youth Awareness of Climate Change". Konferensi ini sedianya akan diselenggarakan pada Bulan November 2010 lalu di Yogya, namun karena pada saat itu situasi tidak memungkinkan, pelaksanaan konferensi akhirnya ditunda. Yogyakarta dipilih menjadi tempat pelaksanaan IYC karena merupakan pusat dari pendidikan, pariwisata, dan kebudayaan.
Tema perubahan iklim diangkat karena merupakan isu universal yang dihadapi oleh semua negara di dunia. Tujuan dilaksanakannya IYC 2011 ini adalah untuk menginspirasi generasi muda dan komunitas pada umumnya untuk bekerja bersama dan berbagi alternatif kebijakan dan program untuk mengurangi emisi global. Di samping itu, kegiatan ini juga sekaligus untuk membentuk pemahaman bersama dan kolaborasi diantara generasi muda sehubungan dengan isu perubahan iklim. Dari konferensi ini diharapkan mampu menaikan kesadaran mengenai efek perubahan iklim pada kehidupan dimasa datang dan memperkuat kerjasama antara pemuda dunia untuk menghadapi perubahan ekonomi dan lingkungan.
Antusias peserta terhadap acara ini cukup besar. Tercatat ada 144 peserta yang terdiri dari 37 negara seperti Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunai Darussalam, Vietnam, Singapura, Laos, Myanmar, Kamboja, Timor Leste, Korea Selatan serta beberapa negara lain yang akan mengikuti konferensi ini. Pembicara internasional yang berasal dari Finlandia yaitu Mikko Nivala, Mexico yaitu Michael Cordova dan dari Singapura yaitu Mark Cheung.
Menurut Eko Sugiarto selaku Peneliti Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM, dalam kegiatan IYC 2011 akan dilangsungkan diskusi panel berdasarkan 3 sub tema yaitu Managing Our Environment: Learning from the Past, Act for the Future, Youth Initiative on Environmental Conservation, dan Pro Poor Conservation as win-win solution. Setelah diskusi panel, para peserta akan terlibat dalam focus group discussion untuk mendiskusikan dan memformulasikan pernyataan bersama sebagai rekomendasi hasil dari konferensi. Setelah itu, peserta akan terlibat dalam rancangan program yang terkait dengan isu perubahan iklim.
Output dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi bagi para pengambil kebijakan organisasi internasional dan para pemegang kekuasaan yang lain mengenai isu-isu yang terkait dengan perubahan iklim. Rekomendasi tersebut selanjutnya dapat diimplementasikan melalui action plan yang dilaksanakan oleh generasi muda, NGO, organisasi pemerintah dan internasional.
Setelah selama dua hari konferensi dan diskusi, peserta akan diajak untuk mengunjungi beberapa pilot project yang terkait dengan lingkungan dan biodiversitas di Yogyakarta. Semua fasilitas akomodasi dan transportasi disediakan gratis untuk peserta oleh kemenpora.



Kirim Komentar