Pariwisata

Senam Sleman Bangkit

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
Senam Sleman Bangkit



Dewan Pimpinan Cabang Himpunan Pramuwisata Indonesia (DPC HPI) Cabang Sleman bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman pada hari minggu 22 Maret 2011 telah berhasil menyelenggarakan senam Aerobic di Halaman pendopo Ndalem Bp Bugiakso, Donolayan Donoharjo Ngagglik Sleman.

Acara tersebut dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang terdiri dari perwakilan Hotel, Restoran, Travel Agent, Artshop, Perguruan Tinggi Kepariwisataan, Desa Wisata, Jasa Transportasi, Pengelola Taman Wisata dan tentunya segenap Anggota Himpunan Pramuwisata Indonesia DPD Daerah Istimewa Yogyakarta. Mereka berbaur dengan masyarakat sekitar dusun Donolayan. Acara tersebut juga dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Sleman Bp. Drs Untoro Budiharjo.

Dalam sambutannya, Ketua DPC HPI Sleman sdr Heri Susmardiyanto yang sehari hari menjadi pemandu wisata bahasa Prancis menyampaikan bahwa Acara senam Sleman bangkit ini mempunyai tujuan antara lain sebagai kegiatan alternativ berbasis Olah raga, sebagai bahan pengimbang pascaerupsi merapi yang cenderung mendiskreditan Jogja masih belum aman untuk dikunjungi dan media bertukar informasi dan masukan demi majunya sektor pariwisata Yogyakarta.

Rencananya kegiatan ini menjadi agenda rutin setiap 2 bulan sekali dengan mangambil lokasi berbeda untuk memberikan kesempatan bagi para pelaku pariwisata Yogyakarta untuk lebih mengenal daerah dan segala potensi yang dimiliki. Setelah senam, acara dilanjutkan dengan ramah tamah antar anggota dan pengurus DPC HPI Sleman dengan Bapak Bugiakso sebagai Tuan rumah. Menurut Bugiakso, Yogyakarta menyimpan catatan sejarah penting dan peninggalan kebudayaan dimasa lampau yang tidak bisa ditandingin dengan daerah lain.

Adanya banyak bangunan candi seperti candi Prambanan, Boko, kalasan, Sambisari dsb merupakan suatu kekayaan budaya yang luar biasa. Bugiakso menegaskan bahwa wisatawan tidak hanya memandang candi hanya sebagai sebuah bangunan yang sudah jadi dan bahkan sudah banyak yang rusak. Tetapi kita perlu menilik sejarah kebelakang, bagaimana proses pembuatannya, Latar belakang sejarah pada waktu pembangunannya, Kenapa dibangun sebuah candi dll. Semua informasi itu penting bagi Pramuwisata yang bertugas memberikan informasi tersebut kepada Tamu yang datang.

Bugiakso yang merupakan cucu dari pahlawan Besar Revolusi Jendral Sudirman mengatakan bahwa Kepariwisataan juga akan maju dan berkembang dengan bermodal 5 Diri yang merupakan nilai peninggalan Bapak Jendral Sudirman dalam berperang melawan Belanda. 5 Diri yang dimaksudkan adalah kenal diri, tahu diri, Jatidiri, percaya diri dan mawas diri.

Yogyakarta harus mengenal dirinya dan potensi yang ada dalam bidang kepariwisataan. Dengan modal jatidiri dan percaya diri yang kuat kita mengembangkan pariwisata demi kesejahteraan masyarakat bukan hanya segelintir orang saja. Untuk itu konsep pengembangan desa wisata juga penting, karena disitulah uang yang beredar sampai ke pelosok desa.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini