Seni & Budaya

Kethoprak Bumi Perdikan Dimainkan Secara Kolosal

Oleh : Budi W / Senin, 00 0000 00:00
Kethoprak Bumi Perdikan Dimainkan Secara Kolosal

Apa yang akan terjadi bila sebuah pagelaran ketoprak dimainkan oleh para pejabat baik itu eksekutif, legislatif dan masyarakat umum? Anda juga akan penasaran dengan kegiatan yang bersifat menghibur ini. Kethoprak yang digarap secara kolosal ini rencananya akan dimainkan oleh 100 orang lebih.

Menurut Prof. DR. dr. Soetaryo. S. Pa (K) yang bertugas selaku pimpro mengatakan bahwa para pemain kethoprak yang terlibat antara lain Marwoto, dan Den Baguse Ngarso. Pagelaran ini juga akan melibatkan lurah, walikota Yogya, Danrem Yogya, aparat TNI/Polri, pengusaha, Kejari, wakil bupati Sleman, anggota dewan, kiai Muhaimin dan tokoh serta warga DIY lainnya.

Pementasan kethoprak kolosal ini akan mengambil lakon Bumi Perdikan yang akan berlangsung pada 5 juni 2011 mendatang di Taman Budaya Yogyakarta. Bertindak sebagai sutradara sekaligus pembuat naskah adalah Nano Asmorodono. Tim artistik dipimpin Ong Harry Wahyu. Sementara penata musik diantaranya melibatkan Hadi OT, Warsono Kliwir, Benyek, Encik . Semua ini dibawah bendera komunitas Panca Mahardhika.

Bumi Perdikan sendiri menceritakan tentang pemerintahan yang bersifat merdeka dan memegang teguh budaya. Pada suatu ketika negara Jayawikarta itu dipimpin oleh sang raja yang memberikan kebijakan frontal yang tidak memihak rakyat. Dari peristiwa itulah mulai timbul ketidakserasian baik dikalangan bangsawan maupun rakyat jelata.

Menurut Nano Asmorodono yang bertugas sebagai penulis naskah mengatakan bahwa menyatukan para pemain memang kadang mengalami kesulitan. Namun dengan semangat tinggi hal itu tidak menjadi masalah. Rencananya pementasan akan dilangsungkan selama kurang lebih 2 jam. "Saya hanya memberi garis besarnya saja dan bertindak selaku timer, pada saat pergantian adegan saya harus mengarahkan mereka." Tukasnya.

Sebelum pementasan ketoprak Bumi Perdikan ini rencananya akan ada ramah tamah dengan Sri Sultan HB X bersama dengan pejabat serta seniman Yogyakarta. Hasil penjualan tikat akan dipergunakan untuk melaksanakan pentas diwaktu berikutnya. Diharapkan setelah Herry Zudianto tidak menjabat sebagai wali kota lagi akan dinobatkan menjadi wali budaya Yogyakarta.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM



    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini