Kontingen reog Kabupaten Sleman memperoleh prestasi sebagai penyaji terbaik kedua dalam Festival Reog dan Jathilan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Propinsi DIY, Minggu 19 Juni 2011 di Tlogo Putri Kaliurang. Kontingen tersebut adalah kontingen reog Suroyudo dari Tegalrejo Tamanmartani Kalasan. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa seni budaya adilihung milik bangsa masih diminati oleh generasi muda.Demikian disampaikan Kepala Bidang Kesenian Disbudpar Sleman Edy Winarya, S.Sn, Senin 2011 di kantornya Jl. Pringgodiningrat Beran Sleman Yogyakarta. Menurutnya ajang festival sebagagaimana festival reog dan jathilan merupakan wahana yang strategis bagi upaya revitalisasi dan peningkatan apresiasi bagi para pelaku seni budaya maupun masyarakat.
Terlepas dari hasil kejuaraan, festival merupakan sarana untuk melakukan pembinaan sekaligus untuk upaya promosi aset seni dan budaya. Pada gilirannya aset seni dan budaya tersebut akan dapat memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan sektor pariwisata DIY, khususnya di Kabupaten Sleman.
Adapun penilaian festival reog dan jathilan tersebut meliputi aspek kesesuaian tema, nilai edukasi, penyajian, kreatifitas, atraksi, harmoni/keselararasan. Tim juri berasal dari pakar dan praktisi profesional yaitu Drs. Bugiswanto dari Dinas Kebudayaan Propinsi DIY, Drs. Kuswarsantyo, M.Hum dari Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), dan Drs. Supadmo, M.Hum dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.
Kontingen Reog Suroyudo dari Tegalrejo Tamanmartani Kalasan memperoleh penilaian sebagai penyaji terbaik kedua dengan nilai 890 menyusul setelah kontingen reog OMM 114 dari Kota Yogyakarta dengan nilai 898. Penyaji terbaik ketiga Seneng Bareng (Kabupaten Kulon Progo), penyaji harapan pertama Langen Budoyo (Kabupaten Bantul), penyaji harapan kedua Bergodo Mudo (Kabupaten Gunungkidul) dan penyaji harapan ketiga Sri Kuncoro (Kabupaten Sleman).
Untuk katergori festival jathilan, penyaji terbaik pertama kontingen jathilan Arumsari (Kabupaten Bantul), penyaji terbaik kedua Kusumo Turonggo Mudo (Kabupaten Gunungkidul), penyaji terbaik ketiga Satrio Mudo Budoyo (Kota Yogyakarta), penyaji harapan pertama Kudo Mudo Satrio (Kabupaten Sleman), penyaji harapan kedua PKJS (Kabupaten Sleman), dan penyaji harapan ketiga Aryo Penangsang (Kabupaten Kulon Progo).
Secara terpisah Kepala Seksi Dokumentasi dan Informasi Disbudpar Sleman Wasita, SS, MAP mengungkapkan bahwa upaya yang dilakukan Dinas Pariwisata Propinsi DIY, Disbudpar Sleman dan pihak-pihak terkait lainnya untuk mempromosikan kawasan wisata Kaliurang sedikit banyak telah membawa hasil.
Disamping pengunjung festival yang berjubel, terbukti saat selenggarakan festival reog juga terdapat kunjungan 8 bus dari SMA 58 Jakarta. Salah satu siswa, Agus, mengungkapkan bahwa kesan yang dirasakan selama ini sama sekali tidak benar. Kaliurang tidak lagi menghawatirkan. Bahkan kedatangannya yang bertepatan dengan adanya festival reog dan jathilan memberikan kepuasan tersendiri bagi rombongannya.
Hal serupa dirasakan oleh wisatawan asal Shanghai China Feng Huang dan Sun Yu yang hari itu mengambil paket wisata trekking lereng Merapi sejak pagi-pagi buta. Menurutnya jalur wisata trekking lereng Merapi yang dilaluinya sungguh luar biasa menantang dengan panorama yang indah. Terlebih lagi panorama sun rise yang dinikmati di bukit Gumjuk Wetan Gandok Kaliurang menjadikan pengalaman yang tak terlupakan selama berkunjung ke Sleman.



Kirim Komentar