Gelaran event ArtJog yang sedianya berlangsung pada 16 hingga 29 Juli 2011 di TBY merupakan
event yang luar biasa. Pasalnya banyak seniman dengan gaya karya seni mereka tampil secara berbeda dibandingkan dengan tahun
lalu. Ribuan karya yang masuk di open application, membuat Tim seleksi ArtJog harus memilih mana yang bagus dan berkualitas
dan akhirnya dipilihlah 70-an karya yang kini dipajang di TBY.
Salah satu karya yang kini eksis di event tersebut adalah karya Eddi Prabandono. Ditemui
seusai konferensi pers dengan media, Ia tampak mengenakan kaus putih dan celana pendek. Rambut gimbal yang Ia gunakan sebagai
style-nya telah eksis sejak era 90-an.
Nah gelaran kali ini, Eddi mengangkat tema tanah liat dengan membentuk sebuah kepala
bersender menghadap kearah selatan. Ia harus menggunakan Backhoe untuk meletakkan 25 ton tanah liat yang sebenernya sudah
ditutup oleh conblock. Ia harus menggali tanah itu sedalam 2,5 meter dengan diameter 9x7 meter. Karya itu Ia sebut dengan Luz
Series #5.
Karya seni yang dibuat oleh Eddi merupakan patung wajah anaknya sendiri yang Ia beri nama
sesuai dengan nama anaknya Luz. "Ini merupakan karya kelima saya." ungkap Eddie menjelaskan pada rekan media.
Patung ini merupakan patung Luz terbesar yang pernah dibuat oleh Eddi. Keistimewaan patung
tersebut, tidak lepas dari keberadaan anak di hatinya.Anak merupakan motivator, inspirator serta bisa menjadi sumber ide
menciptakan karya seni. Hal inilah yang dirasakan Eddi Prabandono, perupa asal Pati yang sudah sekitar 11 tahun ini menetap
di Jepang. Hal itu pula yang menjadi inspirasi bagi Eddi untuk membuat patung "Luz" yang diambil dari nama anaknya Luz
Prabandono Miyagi (5).
Melalui karya tersebut, Eddi ingin menyampaikan pesan bahwa setiap orang tua pasti punya
kekhawatiran terhadap masa depan anaknya. Sebut saja faktor lingkungan dan masa depan pendidikan anak. "Tugas orang tua harus
memberi pendampingan dan memastikan perkembangan jiwa serta memberikan pendidikan yang berkualitas." Pungkasnya.



Kirim Komentar