Apa yang akan Anda pikirkan bila sampah rumah tangga dimanfaatkan? banyak orang akan mencibirnya. Namun tangan-tangan kreatif
desainer Yogyakarta berkata lain. Potensi ini dilirik sebagai sebuah lahan kreatif dan bisa memberikan makna estetis yang
luar biasa. Desain-desain pakaian ini terbuat dari berbagai bahan recycle yang sering kita lihat sehari-hari.
Sembilan karya desainer muda Yogyakarta yang menampilkan karya fesyen di Jembatan KPH Ir Wreksodiningrat tadi malam merupakan
ajang yang sangat berbeda dari yang sudah-sudah. Biasanya pagelaran fasyen sering dilakukan di mal atau di hotel, namun
Endarwatie, Theo Ridzky dan Ludwina Wury memanfaatkan lokasi itu menjadi ambience yang unik.
Pagelaran fashion show bertajuk Code: Underbridge In Fashion ini digagas oleh KRMT Indro Suseno. Menurutnya, event ini
dirancang 1 bulan yang lalu. "Jogja bisa dijadikan pusat busana recycle, seperti Bandung yang terkenal sebagai pusat distro."
Ucap pria yang biasa dikenal dengan Indro Kimpling ini.
Seorang desainer yang menggunakan bahan bagor sebagai bahan utama, sebut saja Endarwatie, merancang busana berupa blazer yang
dipadukan dengan tenun dan lurik, kemudian busana itu dikenakan oleh walikota Jogjakarta Herry Zudianto yang ikut bergaya di
atas catwalk. Menurut Endar meskipun menggunakan bahan-bahan recycle, namun, Ia masih menggunakan bahan yang layak digunakan
sebagai busana.
Dilokasi yang sama Bupati Sleman Sri Purnomo mengutarakan bahwa pinggir kali Code yang membentang dari Jogja sampai Sleman
bukanlah daerah yang kumuh, namun bisa digunakan sebagai salah satu daya tarik wisata. Dia berharap Propinsi DIY bisa menjadi
daya tarik wisata baik nasional maupun internasional.



Kirim Komentar