
Umat Muslim yang ada di Yogyakarta pada Senin malam (29/08) melaksanakan festival takbir keliling yang mengambil start dari Alun-alun Utara Yogyakarta. Puluhan kelompok remaja masjid dari 14 kecamatan melakukan pawai dengan mengalunkan shalawat sebagai bentuk rasa syukur atas datangnya Hari Raya Idul Fitri 1432 H.
Seperti diketahui, Penentuan penyelenggaraan salat Ied oleh Muhammadiyah beracuan pada panduan hadirnya hilal di ufuk berdasarkan hisab. Untuk itu, Muhammadiyah dari tingkat
provinsi hingga ranting dapat mempersiapkan secara matang penyelenggaraan salat Ied.
Malam itu peserta dari anak-anak hingga usia remaja dengan sangat gembira mengikuti takbir keliling, lantunan shalawat menggema disepanjang jalan. arak-arakan seperti
replika Kereta Kencana, Tugu Golong Gilig dan replika masjid menjadi ikon yang dipersembahkan kepada para penonton.
Tarian yang diperagakan oleh peserta takbir juga beragam, meski berasal dari kecamatan yang berbeda, namun semangat kebersamaan atas kemenangan benar-benar sangat terasa
malam itu. Tidak hanya di Alun-alun utara saja yang ramai oleh arak-arakan festival. Ratusan kembang api juga berkali-kali menghiasi langit malam yang menjadikan malam itu semakin bersinar.
Suasana serupa juga dirasakan didaerah sepanjang jalan Parangtritis. Peserta pawai takbir keliling juga memadati kawasan jalan itu. Dengan konsep musik dan tarian yang
beragam membuat para wisatawan mancanegara yang kebetulan sedang berlibur di Yogyakarta ikut menikmati suasana lebaran yang tidak pernah mereka rasakan di negara asalnya.
Sebagai informasi, rencananya beberapa tokoh Muhammadiah akan menjadi imam dan khatib. Ketua MPP PAN Amien Rais akan menjadi imam dan khatib salat Ied di Lapangan Trirenggo,
Bantul. Din Syamsuddin menjadi imam dan khatib Salat Id di Alun-alun Utara Yogyakarta, dan Busyro Muqoddas di Alun-alun Selatan Yogyakarta. Akhirnya, segenap Tim Manajemen dan Staff Gudegnet Yogyakarta
mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir dan batin.



Kirim Komentar