Hidup dalam sebuah rumah sederhana berbentuk papan kayu atau dari anyaman bambu (gedhek) bukanlah sebuah kebanggaan bagi orang-orang yang hidup diluar sana. Keinginan menempati rumah yang bagus, bertembok, bersih dan beragam fasilitas didalamnya tentu menjadi harapan setiap orang. Prestis menjadi naik dan dikagumi banyak orang. Itulah opini masyarakat luas untuk tinggal dirumah yang bagus dan mewah.
Namun, Anda akan tercengang bila berkunjung ke Beteng, Margoagung, Seyegan, Sleman, Yogyakarta. Warga di dusun tersebut hingga kini masih memegang tradisi lama dalam mempertahankan bangunan rumah yang menggunakan meteri kayu atau bambu sebagai bahan utama dalam membuat rumah.

Masyarakat yang tidak mengenal asal-usul peristiwa kala itu akan berpendapat bahwa warga di dusun tersebut terbelakang bahkan bisa pula dicap anti terhadap modernisasi. Menurut Kepala Seksi Informasi dan Dokumentasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Wasita, SS, MAP, mengungkapkan bahwa warga dusun Beteng telah dipesankan para pendahulunya untuk mempertahankan rumah kayu dan gedhek demi keselamatan serta kesejahteraan seluruh warga.

Masyarakat yang tidak mengenal asal-usul peristiwa kala itu akan berpendapat bahwa warga di dusun tersebut terbelakang bahkan bisa pula dicap anti terhadap modernisasi. Menurut Kepala Seksi Informasi dan Dokumentasi, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Sleman, Wasita, SS, MAP, mengungkapkan bahwa warga dusun Beteng telah dipesankan para pendahulunya untuk mempertahankan rumah kayu dan gedhek demi keselamatan serta kesejahteraan seluruh warga.
Beberapa warga menuturkan bahwa di dusun tersebut, ada warga yang dahulu membangun rumah baru dengan dinding tembok kemudianmenemui kejadian sial yaitu sakit keras atau bahkan malah meninggal dunia. Peristiwa aneh itu terjadi secara berulang ulang dan menimpa warga di dusun tersebut yang kedapatan sedang membangun rumah dari dinding kayu atau gedhek menjadi tembok.
Oleh karena kejadian tersebut, warga akhirnya tidak lagi membangun rumah berdinding tembok, namun
tetap kukuh menjaga pesan leluhur untuk tetap menggunakan kayu atau bambu sebagai bahan untuk membuat rumah tinggal mereka. Bukan soal keterbelakangan ekonomi atau anti modernisasi yang dianut warga desa Beteng, namun lebih pada tradisi menjunjung kearifan lokal dan hidup selaras dengan alam.



Kirim Komentar